Muadzin Masjidil Haram, Syaikh Nayif Fiidah: Gema Takbir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

  • 24 Juli 2020
  • 961 views
Muadzin Masjidil Haram, Syaikh Nayif Fiidah: Gema Takbir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sebagaimana telah diketahui bersama, bahwa terdapat hari-hari paling istimewa di muka bumi, yaitu 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

Di Arab Saudi, 1 Dzulhijjah 1441 jatuh pada hari Rabu 22 Juli 2020, berdasarkan keputusan Mahkamah Ulya. Demikian pula Sidang Isbat di Indonesia, tidak berbeda.

Para ahli ilmu telah banyak membahas amalan sunnah yang hendaknya dikerjakan selama 10 hari tersebut. Di antaranya:

  • Memperbanyak dzikir
  • Berpuasa, terutama di 9 Dzulhijjah (puasa Arafah)
  • Tilawah Al-Quran
  • Sedekah
  • Kurban
  • Haji

Tetapi ada pula amalan yang sering dilupakan selama 10 hari istimewa di bulan Dzulhijjah tersebut. Yaitu, menggemakan takbir.

Allah Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang telah ditentukan” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Berikut sifat takbir yang dibawakan oleh muadzin Masjidil Haram, Syaikh Naif Sholeh Fiidah, hafizahullah.

Ditulis oleh: admin