Netizen: Atur Keramaian Shalat Jum’at Saja Gagal, Tetapi Teriak Serukan Internasionalisasi Al-Haramain

  • 25 Juli 2020
  • 2,655 views
Netizen: Atur Keramaian Shalat Jum’at Saja Gagal, Tetapi Teriak Serukan Internasionalisasi Al-Haramain

Netizen mengkritik cara Turki dalam mengatur keramaian sholat Jum’at pertama di museum Hagia Sophia setelah diubah menjadi masjid.

Melalui cuitan di media sosial, sindiran ditujukan pada saat yang sama, kepada pendukung Ankara yang menyerukan internasionalisasi urusan haji.

Salah satu komentar di Twitter mengatakan: “Erdogan tidak bisa mengatur jemaah sholat di Hagia Sophia; Tapi dia ingin mengelola haji, itu lucu… “

Dalam sebuah klip video, polisi Turki tampak kehilangan kendali atas serbuan jemaah, menunjukkan lemahnya tata cara pengaturan.

Masjid Hagia Sophia dibuka setelah keputusan pengadilan yang mengubahnya menjadi masjid, paska 86 tahun sebagai museum yang terkenal di Istanbul.

Debat di Twitter tentang internasionalisasi haji berubah, setelah kritik baru dari para pemimpin Ikhwanul Muslimin atas keputusan untuk pembatasan jamaah haji tahun ini.

Aktivis Ikhwanul Muslimin asal Kuwait, Hakim Al-Mutairi, menulis di akun Twitter-nya:

“Pertanda pengganti!” Pada saat umat Islam di Semenanjung Arab dicegah dari sholat di Masjidil Haram, melaksanakan haji, dan ziarah ke Masjid Nabawi.

Muslim di Turki mendapatkan kembali Masjid Al-Fateh, Hagia Sophia sebagai masjid pertama yang dibebaskan dari pengaruh Perang Salib sejak jatuhnya kekhalifahan dan pendudukan negara-negara di Perang Dunia I.”

Syaikh Muhammad Hassan Al-Dedew, seorang anggota Federasi Cendekiawan Muslim yang dibiayai Qatar, juga mengkritik kebijakan Saudi.

Kepada Al-Jazeera, dia mengatakan perlunya mengambil keputusan secara kolektif terkait pelaksanaan haji.

Menanggapi Al-Dedew, Pangeran Abdul Rahman bin Musaed mentwit: “Haji tidak berhenti, manasik tetap dilaksanakan. 70% jamaah haji tahun ini diwakili dari warga dari negara-negara Islam sedunia.

Pembatasan haji hanya bagi penduduk yang tinggal di Saudi dengan mengurangi kuotanya karena pandemi Corona, yang belum memiliki vaksin atau obatnya.

Semua orang tahu itu, tetapi tidak akan pernah membuat puas bagi orang yang berpendapat atas dasar hawa nafsunya (apa yang diyakini)!”

Cendekiawan Saudi, Bader Al-Amer mengatakan di Twitternya: “Sepanjang sejarah Islam, dari masa kenabian sampai hari ini, banyaknya ulama selama bertahun-tahun, umat Islam sepakat bahwa haji diatur oleh siapa yang mengatur Mekah dan Madinah.

Dan mereka sepakat bahwa haji dan jihad adalah urusan kepemimpinan, bukan urusan publik. Semua ini dilupakan oleh Dedew, yang dikendalikan oleh kelompok, untuk membalas dendam kepada Arab Saudi.”

Netizen Sharif Ba-Hakim menulis: “Ketika Arab Saudi mengumumkan pembatasan haji hanya untuk jamaah di dalam negeri, semua negara Muslim mendukung keputusan tersebut.

Dan memuji Kerajaan Arab Saudi karena kepeduliannya terhadap keselamatan umat Islam dan pemenuhan tujuan-tujuan Syariah dengan menjaga jiwa manusia.

Jadi apa yang sebenarnya dipermasalahkan Dedew?” erem

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait