Saudi Aramco Raup Keuntungan di Tengah Krisis Global Pandemi Corona

  • 10 Agustus 2020
  • 1,025 view
Saudi Aramco Raup Keuntungan di Tengah Krisis Global Pandemi Corona

Perusahaan Minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, hari Ahad (9/8) ini, mengumumkan profit untuk kuartal kedua dan paruh pertama tahun 2020.

Aramco mengonfirmasi fleksibilitas keuangan dan operasional perusahaan serta komitmennya kepada pemegang saham, terlepas dari tantangan pasar yang disebabkan oleh pandemi corona.

Pada kesempatan pengumuman hasil usaha, Presiden dan CEO Saudi Aramco, Amin bin Hassan Al-Nasser, mengatakan:

“Terlepas dari dampak pandemi virus Corona terhadap ekonomi global, Saudi Aramco telah bergerak maju untuk mencapai rekor tertinggi dalam aktivitas bisnisnya.

Membuktikan fleksibilitas dan keandalannya, dan pada saat yang sama, memastikan keselamatan dan kesehatan pekerjanya.”

Al-Nasser menambahkan, “Kondisi yang tidak menguntungkan akibat penurunan permintaan dan harga minyak mentah, tercermin pada hasil kami untuk kuartal kedua.

Namun, kami, alhamdulillah, menghasilkan keuntungan yang besar, dan ini karena kekuatan finansial dan operasional, biaya produksi yang rendah, ruang lingkup bisnis yang unik, dan efisiensi sumber daya manusia kami.”

Dia melanjutkan, “hal ini membantu kami, berkat rahmat Allah, untuk melaksanakan rencana kami mempertahankan pembagian dividen pada kuartal kedua sebesar 70,32 miliar riyal Saudi ($ 18,75 miliar) yang dibayarkan pada kuartal ketiga.”

Presiden dan CEO Saudi Aramco mengakhiri pidatonya dengan mengatakan: “Kami bertekad untuk keluar dari pandemi ini lebih kuat lagi, dan kami akan mengambil langkah besar dalam perjalanan strategis jangka panjang.

Melalui investasi berkelanjutan dalam bisnis kami, karena sektor eksplorasi dan produksi telah mencatat salah satu tingkat intensitas karbon terendah di dunia.”

Informasi Keuangan Terpenting
Terlepas dari tantangan global yang dihadapi, Saudi Aramco terus memenuhi komitmennya kepada pemegang saham.

Hal ini ditunjukkan dengan pembagian dividen yang lebih besar dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 70,32 miliar riyal Saudi ($ 18,75 miliar) pada kuartal kedua tahun ini.

Dibandingkan dengan tahun lalu, sebesar 50,2 miliar riyal Saudi ($ 13,4 miliar) pada kuartal kedua tahun 2019.

Saudi Aramco dianggap berhasil melampaui tantangan yang ditimbulkan oleh kondisi pasar yang sulit.

Laba bersihnya tercatat sebesar 24,6 miliar riyal Saudi ($ 6,6 miliar) untuk kuartal kedua dan 87,1 miliar riyal Saudi ($ 23,2 miliar) untuk paruh pertama tahun 2020.

Sedangkan tahun lalu, sebesar 92,6 miliar riyal Saudi ($ 24,7 miliar) dan 175,9 miliar riyal Saudi ($ 46,9 miliar).

Hal ini menegaskan kekuatan dan fleksibilitas perusahaan melalui fluktuasi pasar.

Sementara arus kas bebas sebesar 22,9 miliar riyal Saudi ($ 6,1 miliar) pada kuartal kedua dan 79,2 miliar riyal Saudi ($ 21,1 miliar) pada paruh pertama tahun 2020.

Tahun lalu, sebesar 77,3 miliar riyal Saudi ($ 20,6 miliar) dan 142,4 miliar riyal Saudi ($ 38,0 miliar) untuk periode yang sama.

Volume belanja modal mencapai 23,4 miliar riyal Saudi ($ 6,2 miliar) pada kuartal kedua dan 51,2 miliar riyal Saudi ($ 13,6 miliar) pada paruh pertama tahun 2020.

Saudi Aramco terus melaksanakan programnya untuk meningkatkan efisiensi dan belanja modal.

Belanja modal untuk tahun fiskal 2020 berada dalam kisaran minimum 93,75 miliar riyal Saudi ($ 25 miliar) hingga 112,50 miliar riyal Saudi ($ 30 miliar).

Aspek Utama Operasional
Virus Corona telah melanda dunia dengan sangat cepat, menyebabkan penurunan tajam pada aktivitas konsumen dan komersial.

Serta penurunan yang signifikan pada permintaan minyak mentah, gas alam dan produk minyak bumi.

Terlepas dari kondisi pasar tersebut, Aramco tetap mempertahankan rekor keandalan pasokan yang kuat, mencapai 99,8% dalam pasokan minyak mentah dan produk lainnya selama kuartal kedua tahun 2020.

Perusahaan juga menunjukkan kinerja yang dapat diandalkan di sektor eksplorasi dan produksi.

Total produksi hidrokarbon sebesar 12,7 juta barel per hari setara dengna produksi minyak selama kuartal kedua tahun 2020.

Saudi Aramco mencapai produksi minyak mentah tertinggi dalam satu hari sebesar 12,1 juta barel, yaitu pada 2 April 2020.

Untuk memenuhi permintaan energi global dan lokal di masa depan, Saudi Aramco terus mengembangkan bisnis gasnya.

Sejalan dengan strategi ini, pabrik gas di Fadhili mencapai kapasitas produksi sebesar 2,5 miliar kubik per hari selama kuartal kedua.

Pada bulan Juni 2020, Saudi Aramco berhasil menyelesaikan akuisisi 70% saham SABIC dengan harga pembelian 259,1 miliar riyal Saudi ($ 69,1 miliar).

SABIC adalah salah satu perusahaan bahan kimia terdiversifikasi terbesar di dunia, dan memiliki basis kimia serta kemampuan pelengkap.

Akuisisi ini akan meningkatkan portofolio bisnis pemurnian, pemrosesan, dan pemasaran.

Serta mempercepat pertumbuhan sektor petrokimia, meningkatkan volume produksi bahan kimia dan menambah eksistensi Saudi Aramco di tingkat internasional. www.saudiaramco.com

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait