Kabar Viral Pembukaan Penerbangan Internasional di Arab Saudi Adalah Palsu

  • 12 Agustus 2020
  • 3,479 views
Kabar Viral Pembukaan Penerbangan Internasional di Arab Saudi Adalah Palsu

Telah beredar surat edaran palsu yang menyatakan Arab Saudi akan kembali membuka penerbangan internasional pada bulan Oktober.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) telah mengecam edaran tersebut, “sama sekali tidak berdasar dan dibuat-buat.”

Rumor penerbangan internasional akan segera kembali yang beredar di media sosial dalam beberapa pekan terakhir, tanpa disertai pernyataan resmi dari GACA.

Pada hari Selasa (11/8), GACA membantah pengumuman tersebut dan menyatakan informasi yang disebarluaskan itu palsu.

Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional sejak 15 Maret sebagai respon atas pandemi virus korona.

Sejak penerbangan domestik dimulai kembali pada 31 Mei 2020, beredar rumor mengenai pengembalian penerbangan internasional.

Surat edaran GACA palsu diviralkan di berbagai media sosial. Isinya informasi penerbangan masuk dan keluar dari Arab Saudi akan dimulai pada bulan Oktober. Info ini memicu spekulasi.

Surat edaran tersebut berjudul “No flights till October 2020.” Isinya:

“Seorang karyawan GACA menyatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini, bahwa semua penerbangan internasional ke dan dari Kerajaan akan tetap ditangguhkan hingga bulan Oktober.”

Mengutip seorang pejabat GACA, surat edaran itu mengatakan bahwa keputusan tersebut mengikuti jumlah kasus virus korona, yang harus “turun menjadi tiga digit.”

Juru bicara resmi GACA, Ibrahim bin Abdullah Alrwosa mengatakan kepada Arab News, bahwa surat edaran itu “sama sekali tidak berdasar dan dibuat-buat.”

Dia membagikan tweet dari Departemen Hubungan Masyarakat GACA yang menjelaskan bahwa surat edaran itu sebagai tidak benar.

Otoritas penerbangan sipil sebelumnya mengatakan tidak ada tanggal spesifik untuk dimulainya kembali penerbangan internasional, tambahnya.

Semua penerbangan internasional tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Namun, penerbangan pengecualian telah dilakukan untuk bantuan kemanusiaan dan kasus darurat, penerbangan evakuasi medis dan pemulangan warga yang terlantar serta ekspatriat yang ingin kembali ke negaranya. ARN

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait