Daulah Utsmaniyah Memerangi Kerajaan Arab Saudi

  • 21 Agustus 2020
  • 642 views
Daulah Utsmaniyah Memerangi Kerajaan Arab Saudi

Ottoman (Daulah Utsmaniyah) memerangi Kerajaan Arab Saudi I melalui Mesir yang saat itu dipimpin Muhammad Ali Pasha.

Dia mempunyai dua orang anak: Thusun dan Ibrahim. Dua orang anaknya inilah yang melakukan penyerangan ke Dir’iyah.

Thusun punya kawan dekat bernama THOMAS KEITH. Dia orang Skotlandia,; tentara, ditangkap, dijual, hingga berakhir di rumah Muhammad Ali Pasha.

Thomas ini orang Kristen, nama lainnya Ibrahim Agha. Sudah jamak orang-orang kafir dan misssionaris yang masuk ke wilayah muslim memakai nama seolah muslim. Contohnya Snouck Hurgronye.

Di wiki Inggris, Thomas disebut ganti agama (converted). Di wiki Arabic disebut dia terpaksa pindah agama agar tetap hidup (واضطر لاعتناق الاسلام حفاظا علي حياته).

Fahmi Mahmud al-Mishri dlm al-Bahr az-Zhahir, memperjelas Thomas sebagai Kristen:

وبهذا التعيين يكون توماس كيث اول اجنبي غير مسلم يتولي إمارة المدينة


“Ini adalah penetapan bahwa Thomas Keith orang asing non muslim pertama yang memimpin pemerintahan di Madinah”

Nama Thomas Keith tercantum dalam kitab “Tarikh Umara’ al-Madinah al-Munawwarah” oleh sejarawan ‘Arif Ahmad Abdul Ghani di halaman 404.

Thusun membawa Thomas menyerbu Daulah Saudiyah. Setiba di Madinah, Thusun menunjuk Thomas sebagai GUBERNUR MADINAH pada bulan April 1815. Thusun sendiri menuju Qasim.

Dua bulan kemudian, Thomas menyusul Thusun. Dia bertempur menyelamatkan Thusun.

Thusun lolos dan kembali ke Mesir, sedangkan Thomas tewas terbunuh dalam pertempuran.

Thusun membawa cinderamata 4.000 telinga ke Mesir.

Ibrahim kemudian diutus menggantikan Thusun. Dengan cepat mereka mencapai Dir’iyah thn 1818.

Ada 1.950 pasukan berkuda, 5.600 infantri campuran Kristen Eropa, Turki, dan Afrika.

Ada 400 pasukan artileri dan seorang dokter Italia. Perwira militer mereka dipimpin Monsieur Vassier, tentara Napoleon yang ikut dalam barisan Ibrahim Pasha.

Pasukan “khilafah” ini suka mabok dan meninggalkan sholat. Ini kata sejarawan Mesir Abdurrahman al-Jabarti. Ibn Bisyr menyebut tentara Ottoman ini dengan tentara Romawi, sampai 15 kali.

Singkat cerita, setelah membunuh lebih dari 1.500 orang, mereka menangkap Imam Abdullah bin Saud setelah menipunya.

Imam Abdullah bin Saud lalu dibawa ke Kairo, kemudian ke Istanbul. Disana dia diarak dan dipertontonkan dijalan-jalan kota Istanbul.

Setelah itu, Imam Abdullah bin Saud dibunuh dan disalib di halaman AYA SOFIA. Peristiwa ini dibulan Safar 1234 H atau 1818M.

Catatan:
– Meski tentara Ottoman dari Mesir tetapi mereka bukan orang Mesir. Rekrutmen orang Mesir menjadi tentara baru dimulai tahun 1820, sedangkan perang dengan daulah Saud I selesai thn 1818.

– Tulisan al-Jabarti yang tajam terhadap tentara Ottoman menjadikan dia dibenci penguasa Ottoman di Mesir. Menurut az-Zirikli, anak al-Jabarti dibunuh, dan dia sangat sedih hingga matanya rabun. Al-Jabarti wafat tahun 1825.

Bacaan lain:
– Jabarti, Vassiliyev, Burckhardt, az-Zirikli, dll.

*) Ditulis oleh Ibnu Rajab, Pengamat Dunia Islam dan Timur Tengah

Ditulis oleh: News Admin