Wisata Lokal Saudi Ramai, Jumlah Kasus Corona Menurun

  • 24 Agustus 2020
  • 1,064 view
Wisata Lokal Saudi Ramai, Jumlah Kasus Corona Menurun

Ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor pariwisata domestik Arab Saudi dan beberapa sektor ekonomi terkait lainnya, mengikuti tren penurunan jumlah kasus virus korona.

Kegiatan pariwisata domestik bertepatan dengan kembalinya kehidupan normal (new normal) secara bertahap, paska lockdown karena pandemi selama tiga bulan.

Warga Saudi dan ekspatriat yang biasanya melakukan perjalanan ke luar negeri selama liburan musim panas, kini memilih pariwisata domestik sejak penerbangan internasional ditangguhkan sejak Maret.

Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata domestik yang berangsur pulih dengan cepat bersama dengan sektor ekonomi terkait.

Menurut laporan, kunjungan wisata yang besar terjadi ke lima kota di empat wilayah berbeda sejak awal Agustus.

Namun, hal ini tidak menyebabkan terjadinya pelonjakan angka pandemi, berkat tindakan pencegahan yang ketat dan protokol pencegahan yang diambil oleh otoritas setempat.

Kota-kota tersebut adalah Tabuk, Al-Baha, Asir, dan Makkah.

Sejumlah besar wisatawan juga berbondong-bondong ke kota pesisir Laut Merah Umluj, tempat wisata musim panas Taif, Abha, Al-Baha dan Al-Namas.

Kementerian Pariwisata dan Otoritas Pariwisata Saudi (STA) pada Juni lalu meluncurkan inisiatif musim “Musim Panas Saudi” bertajuk “Tanaffus.”

Promosi ini berlangsung dari 25 Juni hingga 30 September, untuk menarik warga Saudi dan ekspatriat ke berbagai tujuan wisata di seluruh wilayah Arab Saudi.

Studi kementerian pada saat itu menunjukkan bahwa ada sekitar 80 persen warga dan ekspatriat lebih memilih untuk memilih pariwisata domestik.

Alasannya, karena beberapa faktor, termasuk kepercayaan pada tindakan pencegahan pandemi yang diberlakukan di Saudi, selain adanya beberapa destinasi wisata yang menarik.

Musim Panas Saudi mendorong tumbuhnya perekonomian yang nyata bagi industri pariwisata, yang merupakan sektor yang terkena dampak terburuk selama lokcdown pandemi.

STA sendiri meluncurkan beberapa program untuk mempromosikan pariwisata domestik, terutama untuk tujuan wisata pesisir dan dataran tinggi.

Program ini terbukti menjadi sarana hiburan bagi warga dan ekspatriat untuk menikmati keajaiban alam yang menakjubkan, kekayaan budaya dan situs bersejarah serta warisan di seluruh Saudi.

Sejak 1 Agustus lalu, lima destinasi wisata utama mencatat jumlah kasus korona yang rendah dibandingkan jumlah penduduknya, selain arus wisatawan dari berbagai wilayah di Kerajaan.

Jumlah kasus korona yang dilaporkan di kota-kota tersebut dari awal bulan hingga Jumat, 21 Agustus, berbeda dari satu kota ke kota lain, namun tidak ada yang melebihi 50 kasus setiap harinya.

Umluj, yang terkenal dengan pantai pasir putihnya yang indah dan airnya yang masih asli, mencatat setiap hari antara 22 hingga nol kasus.

Sementara Al-Baha, yang memiliki pemandangan alam yang indah, mendekati jumlah yang sama dan ada beberapa hari tanpa kasus di kota ini.

Al-Namas, yang juga memiliki kekhasan pedesaan pegunungan, mencatat antara 15 dan nol kasus per hari.

Di Taif dan Abha, yang merupakan kota terpadat dari lima kota ini, kasus harian berkisar antara 5 – 50.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat penularan menjadi tren yang menurun.

Menegaskan kesungguhan tindakan pencegahan yang telah dilaksanakan sejak awal pencabutan total lockdown dan pembukaan sektor pariwisata domestik.

Apalagi, sejak awal bulan ini hingga Sabtu (23/8), Arab Saudi mencatat penurunan jumlah kasus aktif dan kritis.

Di awal bulan ini, lebih dari 37.000 kasus tercatat, sedangkan kasus kritis sekitar 2.000 kasus.

Hingga Jumat, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 24.000 kasus aktif dan kurang dari 1.700 kasus kritis. SG

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait