Kata Siapa MBS ke AS Untuk Bertemu PM Israel Secara Rahasia?

  • 28 Agustus 2020
  • 1,735 view
Kata Siapa MBS ke AS Untuk Bertemu PM Israel Secara Rahasia?

Sebagian kelompok, tidak pernah menyerah mencari cara agar warga dunia percaya bahwa Arab Saudi akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Kali ini berita yang disiarkan oleh sindonews, dengan judul: “Putra Mahkota Saudi Hendak Bertemu PM Israel Secara Rahasia di AS.”

Sayangnya, grup MNC Media ini, hanya bermodal terjemahan sepihak dari Middle East Eye (MME).

Cara menulis berita seperti ini, hanya menambah bukti pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006.

Di antaranya yang dimuat di Pasal 3, yang memerintahkan wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang.

Sindonews sama sekali tidak menguji informasi yang disiarkan, yaitu melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.

Sekaligus, tidak berimbang, yaitu memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.

Buktinya, hanya menulis berita menurut MME yang mendapat bocoran informasi, antah-berantah, tidak jelas sumbernya.

Kebiasaan ini, menganggap bahwa netizen bodoh dan mudah percaya, media dianggap kredibel, karena besar dan sumbernya seakan-akan valid.

Sebagaimana diketahui, MME merupakan media yang berbasis di London, dibiayai oleh pemerintah Qatar.

Media ini setiap hari dijadikan rujukan sebagian media di Timur Tengah, yang tendesius dan selalu mendiskreditkan Arab Saudi.

Pemberitaan MME selalu menyerang pihak-pihak yang berseberangan dengan kepentingan Qatar plus Turki di dalamnya.

TONTON LAPORAN LENGKAP MEMBONGKAR KEDOK MME

Sebagai contoh, pada tahun 2018 lalu, MME yang menyebar isu keji bahwa Jenderal Khalifa Haftar, terserang kanker paru-paru yang berdampak kepada otaknya dan tidak mungkin disembuhkan.

Faktanya, sampai hari ini Haftar hidup sehat dan tengah berkonflik dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya.

Tahun 2019, MME adalah media yang pertama kali menyebarkan hoax bahwa Arab Saudi menvonis 3 tokoh Ikhwanul Muslimin dengan hukuman mati.

Eksekusi terhadap Salman Al-‘Audah, Awadh al-Qarni, dan Ali al-‘Umri, akan dilaksanakan setelah bulan Ramadan tahun itu, menurut MME yang dikutip banyak media pengikutnya.

Semenjak itu, media dunia ikut latah menyebarkan beritanya, tanpa konfimasi atau klarifikasi dari pihak terkait yang diberitakan, dalam hal ini pemerintah Arab Saudi.

Padahal, sampai hari ketiga tokoh tersebut, masih hidup dan menjalani proses tuntutan di Saudi.

BACA: 37 Dakwaan Kepada Da’i Tenar, Salman Fahd Al-‘Audah, yang Berujung Tuntutan Mati

Sama halnya dengan info sepihak dan dusta, MBS akan terbang ke AS menemui PM Israel secara rahasia. Sebodoh itukah MBS dan seburuk itukah rahasia negara bocor ke pers?

MME ataupun Sindonews, tidak sudi mengutip keterangan resmi pemerintah Saudi terkait Israel.

Menteri Arab Saudi, sudah jelas dan tegas berstatemen, bahwa perdamaian bisa terwujud dengan syarat Palestina menjadi negara merdeka dengan al-Quds sebagai ibukotanya.

Media semacam ini selalu menggiring opini dan mencari-cari pengakuan hubungan Saudi dan Israel.

Mereka selalu berharap pengakuan Arab Saudi terhadap Israel, sehingga keinginan terpenuhi, meski negara-negara Arab lainnya telah melakukan normalisasi.

Di waktu yang sama, mereka bisu dan hanya ingin menggambarkan bahwa Arab Saudi sebenarnya memiliki hubungan rahasia dengan Israel, sementara yang terang-terangan dikecam, kecuali Qatar dan Turki.[]

*) Mohammed Fachri, Wakil Pemimpin Redaksi Saudinesia

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait