Arab Saudi Menangani “Complex Emergency” Yaman

  • 1 September 2020
  • 576 views
Arab Saudi Menangani “Complex Emergency” Yaman

Membaca kondisi Yaman tidak semudah yang dibayangkan.

Situasinya termasuk complex emergency, yaitu situasi kompleks yang di dalamnya terjadi konflik, bencana kemanusiaan, pemerintahan yang tidak berfungsi dengan baik.

Hal ini karena ulah pemberontak Houtsi yg didukung, dilatih, dan dipersenjatai Iran, serta keadaan yang rawan bagi wanita, anak-anak, serta orang-orang lemah.

Complex emergency tidak bisa diatasi dengan sekedar tembak-tembakan, tapi harus memperhatikan bagaimana menjaga keamanan warga, memulihkan pemerintahan, mengatasi kemiskinan dan isu-isu sosial, dan banyak lainnya.

Kontribusi Saudi Mengatasi Kondisi di Yaman
Pendekatan Saudi dalam mengatasi konflik Yaman bisa dibilang terbaik di dunia selama ini, dalam praktik dan juga dalam mematuhi prinsip-prinsip internasional.

Saudi menjalankan prinsip-prinsip R2P (Responsibility to Protect) dengan sangat baik. Yaitu prevent, react, dan rebuild after intervention (mencegah, bereaksi, dan membangun kembali setelah intervensi)

Sebelum konflik pecah, Saudi bertindak sebagai mediator antara pihak-pihak di Yaman dan mengupayakan solusi politik selama bertahun-tahun.

Saudi juga tidak menempatkan diri sebagai kekuatan asing yang menihilkan pemerintahan yang sah, bahkan sebaliknya mendukung adanya pemerintahan Yaman yang berdaulat.

Namun, Houtsi dengan dukungan Iran selalu merongrong kondisi ini.

Setelah konflik pecah, Presiden resmi Yaman memohon bantuan kepada negara-negara Teluk. Baru Saudi dan negara-negara Teluk lainnya melakukan intervensi.

Jadi, intervensi di Yaman dilakukan bukan oleh Saudi, tetapi koalisi. “This is not a Saudi war.”

Menteri Urusan Luar Negeri Adel Al-Jubeir dalam konferensi pers di PBB, menyebutkan bahwa Saudi sudah menyiapkan belasan miliar dollar untuk membangun kembali Yaman setelah konflik berakhir (rebuild after Intervention).

Bahkan, upaya ini sudah dilakukan sejak sekarang dengan pembangunan sekolah-sekolah, fasilitas umum, fasilitas kebersihan dan sanitasi (WASH), dan lainnya.

Saudi adalah pemberi bantuan terbesar ke Yaman tanpa ada yang menyaingi jumlahnya, melampaui sangat jauh dengan bantuan negara lain.

Saudi juga menangani complex emergency dengan sangat baik, utamanya melalui KSRelief sebagai lembaga bantuan resmi Saudi.

Saudi membangun jalur-jalur aman untuk memberi bantuan, merehabilitasi anak-anak kecil yang dijadikan tentara anak (child soldiers) oleh Houtsi.

Juga mengangkat puluhan ribu ranjau darat yang dipasang Houtsi, yang telah memakan banyak korban jiwa dan cacat permanen dari warga sipil Yaman.

Termasuk memberi pelatihan dan modal untuk warga Yaman bekerja, membangun kamp-kamp, serta lainnya.

Saudi juga menyuntik dana 3 miliar dollar AS untuk menstabilkan mata uang Yaman, yang sebelumnya hancur karena bank sentralnya dijarah Houtsi.

Saudi juga membuka pelabuhan-pelabuhan dagang agar perniagaan bisa kembali bergerak, sehingga taraf hidup warga Yaman dapat meningkat dan tidak mengandalkan bantuan.

Progress secara militer pun sangat baik.

Dalam hitungan beberapa tahun saja, dari awalnya mayoritas daerah Yaman dikuasai pemberontak, kini hampir semuanya sudah dikuasai pemerintah sah Yaman dan Koalisi.

Kecuali beberapa kantung-kantung yang masih dikuasai Houtsi.

Adapun konflik menjadi lama dan berkelanjutan (protracted) adalah karena ulah Iran dan Houtsi yang tidak mengindahkan perjanjian-perjanjian politik dan melanggar hukum-hukum kemanusiaan.

Koalisi, pemerintah Yaman, dan dunia internasional telah menyepakati 3 solusi utama untuk konflik Yaman, yaitu Resolusi DK PBB mengenai konflik, Yaman National Dialogue, dan GCC Initiative.

Ketiga pilar ini menekankan solusi damai dan mengharuskan Houtsi menghentikan serangan serta melucuti senjatanya.

Puluhan perjanjian juga sudah dibuat antara Koalisi, pemerintah Yaman, dan Houtsi, namun pihak Houtsi mengkhianati setiap perjanjian sehingga konflik terus berlanjut.

Jadi, upaya Saudi dan Koalisi dalam menangani konflik Yaman termasuk best practice di dunia saat ini, yang bahkan belum bisa dilakukan oleh negara manapun termasuk negara-negara adikuasa.

Koalisi berjuang melawan tidak hanya konflik, tapi juga kelaparan, wabah kolera terbesar di dunia, kemiskinan, dan ragam isu kemanusiaan lainnya (human security).

Bantuan juga diberikan secara cuma-cuma, tanpa embel-embel yang memberatkan pemerintah Yaman.

Oleh karena itu, sikap terbaik adalah mendukung atau diam, karena saudara-saudara kita sedang berjuang di sana.

Minimal kita mendoakan dan tidak mendiskreditkan semua upaya yang sangat berat tersebut.

Bagi yang ingin membaca lebih lanjut, silakan buka saudiembassy.net lalu masukkan kata kunci “Yemen” pada search bar. Banyak publikasi resmi di sana mengenai konflik Yaman.

*) Ditulis oleh Raihan Dary Henriana

Ditulis oleh: News Admin