Ketika Jurnal Haji Beritakan Politik Saudi

  • 1 September 2020
  • 875 views
Ketika Jurnal Haji Beritakan Politik Saudi

ihram.co.id menulis judul “Keluarga Kerajaan Arab Saudi Disebut Makin Kecewa dengan MBS.”

Jurnal haji Republika ini, ternyata tidak tahan untuk ikut serta mendiskreditkan Arab Saudi, tulisannya tampil di rubrik “Berita Jurnal Haji.”

Kejutan berikutnya, Ihram hanya mengutip portal berita yang diblokir di dalam negeri Saudi. Seperti Arabi 21, meski kabarnya masih ‘diduga.’

Ihram juga mengutip alaraby.co.uk media berbasis di London dan The New Arab, yang seirama.

Web rujukan tersebut tidak lebih media propaganda Ikhwanul Muslimin. Isinya? Mudah ditebak, mencela pemimpin Arab yang bukan dari kelompoknya, memuja-muji Qatar, Turki dan Iran.

Menurut sumber Ihram, 250 akun pribadi keluarga kerajaan menolak naiknya MBS.

Lebih janggal lagi, latarbelakang ketidaksetujuan tersebut kembali ke cerita yang diulang-ulang terkait mundurnya Mohammed bin Nayef (MBN) pada 2017. 

Pola media seperti ini sama, mencari “kambing hitam” untuk dijadikan bukti berita dusta mereka.

Paragraf selanjutnya, membelokkan kabar pemberantasan korupsi (fasad) di dalam tubuh kerajaan, yang dilakukan top-down sejak Raja Salman berkuasa.

BACA: PEMBERANTASAN KORUPSI YANG MELIBATKAN KELUARGA KERAJAAN ARAB SAUDI
TONTON: KENAPA MEREKA DITANGKAP?

MBN terkenal sosok yang tegas terhadap paham yang menyimpang di Saudi.

Mundurnya dari Putra Mahkota dan Menteri Dalam Negeri, dikarenakan sakit. Sejatinya ini, membuat senang tokoh dan organisasi-organisasi pengusung paham ekstrem.

Kemudian Raja Salman mengeluarkan dektrit pengangkatan penggantinya.

Putra Mahkota (Waliyul ‘Ahd) yang terpilih adalah Muhammad bin Salman (MBS), putra Raja Salman sendiri.

Agar media paham dan orang tahu, pengangkatan Putra Mahkota bukan serta merta ditunjuk tanpa pemilihan dan persetujuan.

Ada 34 anggota Komisi Kesetiaan (Haiyah al-Bai’ah) yang memilih siapa yang layak menjadi Putra Mahkota.

Komisi ini memiliki tugas khusus, yaitu memilih raja, putra mahkota dan wakil putra mahkota. Mereka terdiri dari putra dan cucu pendiri Arab Saudi, Raja Abdulaziz Al Saud.

Semua anggota keluarga dari keturunan raja pendiri Arab Saudi, Abdulaziz Al Su’ud, terwakili dalam komisi ini.

Setelah 31 anggota komisi merekomendasikan MBS menjadi Putra Mahkota, Sejak itulah MBS dilantik.

Dan semua anggota keluarga kerajaan memberikan sumpah setianya (ba’iat). Termasuk MBN, yang selalu diisukan kontra dengan MBS, jelas ini dusta.

TONTON: BAI’AT MBN KEPADA MBS

Para tokoh senior, masyayikh dari kabilah yang setia kepada kerajaan, juga bersumpah setia, demi Allah, agama, dan negaranya.

Rakyatnya, secara sukarela tanpa diminta, setia melakukan tajdid ba’iah (pembaruan sumpah setia) setiap tahun, kepada Raja dan Putra Mahkota.

Kecintaan rakyatnya tidak perlu diragukan lagi. Serangan-serangan hoax media, dibantah oleh netizen Saudi, terutama di twitter.

Di antara pangeran keluarga kerajaan juga aktif bermedsos, mereka juga sering menkonter rumor dan berita palsu terkait Arab Saudi.

Berita-berita murahan seperti Ihram di atas, bukan pertama kali dan tidak akan berhenti, sampai mereka melihat Kerajaan Arab Saudi terpecah belah dan runtuh.

Ini, sebagaimana yang diingatkan jurnalis Abdulsalam yang membongkar kedok Al-Jazeera. Saksikan di sini.

Setiap saat, setiap waktu hoax yang menyerang Saudi tidak sedikit, di antaranya yang dirangkum di tahun 2019 bisa dibaca di sini.

Dan MBS, sejak awal menjadi Pura Mahkota, telah diincar, media selalu mencari cara menjatuhkannya. Silahkan baca di sini.

Kami tutup tulisan ini dengan peringatan Syaikh Shalih Alu-Fauzan tentang hasad atas nikmat keamanan dan stabilitas Kerajaan Arab Saudi:

*) Mohammed Fachri, Wapemred Saudinesia

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait