Pencucian Ka’bah Diundur Hingga Nanti Malam, Ini Alat dan Bahan Yang Digunakan

  • 3 September 2020
  • 657 views
Pencucian Ka’bah Diundur Hingga Nanti Malam, Ini Alat dan Bahan Yang Digunakan

Mewakili Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdulaziz, Pangeran Khaled Al-Faisal, Penasihat Khadimul Haramain sekaligus Gubernur Makkah Al-Mukarramah, mendapat kehormatan untuk mencuci Ka’bah al-Musyarifah Kamis (3/9) hari ini.

Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais, menjelaskan pentingnya kesempatan dalam mencuci Ka’bah.

Aktivitas ini merupakan salah satu perwujudan dari kepedulian besar dari pemerintah Arab Saudi terhadap Ka’bah al-Musyarrafah dan Masjidil Haramain.

Syaikh Sudais menambahkan, kesempatan mencuci Ka’bah menggabungkan dua hal: Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ditunjukkan dalam teladannya sebagai kegembiraan dan perawatannya.

Sekaligus pengagungan dan penghormatan atas kemuliaan, keberadaan dan kesucian Ka’bah.

Dan kedua, mengikuti teladan para Khalifah Rasyidin, imam, khalifah dan pemimpin yang menjaga Ka’bah sepanjang masa.

Syaikh Sudais mencatat bahwa perhatian besar Raja Saudi terhadap Haramain, dimulai sejak pendirinya, Raja Abdulaziz , hingga Khadimul Haramain, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Ka’bah biasanya dicuci di pagi hari, sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Tetapi tahun ini ditangguhkan hingga selepas shalat Isya waktu Arab Saudi.

Penampung air campuran pencuci Kabah dibuat dengan berlapis perak, di antaranya 4 galon berkapasitas 10 liter air campuran 4 tola lemak Oud mewah.

Bahan lainnya adalah 45 liter air Zamzam, 50 tola mawar Taif, dan oud kamboja kualitas terbaik.

Selain itu, beberapa tola mawar Taif dan amber dicampur dengan air Zamzam dan 4 sapu jerami dengan pegangan perak.

Sapu jerami akan digunakan untuk menyapu bintik-bintik dan kotoran di dalam Ka’bah, sebelum dicuci.

Direktur Jenderal Pembersihan dan Peralatan Masjidil Haram, Muhammad Al-Wagdani, menambahkan: “Kami menggunakan 4 kain pel lainnya dengan kenop perak, yang digunakan untuk mengelap dinding Ka’bah di tempat-tempat tinggi dan jauh dari jangkauan.”

Khaled Al-Faisal akan mendapat kehormatan mencuci Ka’bah dari dalam dengan air Zamzam yang dicampur dengan air mawar.

Pencucian dilakukan dengan memijat dinding Ka’bah dari dalam, dengan sepotong kain yang dibasahi dengan campuran air tersebut.

Seremoni pencucian Ka’bah tahun ini, berlangsung di tengah prosedur tindakan pencegahan yang ketat, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

Pintu Ka’bah akan dibuka saat shalat Maghrib. Seperti biasanya, Pangeran Khaled juga akan mendirikan sholat dua raka’at di dalam Ka’bah.

Setelah para tamu keluar dari dalam Ka’bah, lantai marmernya akan dicuci dengan bahan yang sama. (dari berbagai sumber).

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait