Rumah “Lawrence of Arabia” di Saudi Akan Dijadikan Objek Wisata Setelah Puluhan Tahun Diabaikan

  • 6 September 2020
  • 1,289 view
Rumah “Lawrence of Arabia” di Saudi Akan Dijadikan Objek Wisata Setelah Puluhan Tahun Diabaikan

Sebuah rumah tempat “Lawrence of Arabia” yang pernah menetap di Arab Saudi akan direnovasi sebagai objek wisata, sebagaimana keterangan Kementerian Pariwisata Arab Saudi.

T. E. Lawrence, seorang Letnan Kolonel Inggris yang ditempatkan di pelabuhan Laut Merah Yanbu, bersamaan dengan Revolusi Arab Besar tahun 1916.

Pelabuhan tersebut menjadi pangkalan pasokan penting bagi pasukan Inggris dan Arab yang memerangi Daulah Utsmaniyah selama Perang Dunia Pertama.

Rumah dua lantai Lawrence tersebut, dulunya elegan, kini menjadi reruntuhan, di tengah rumor masyarakat sekitar, bahwa rumah itu telah termpati oleh hantu.

Ahmed Al Mahtout, walikota Yanbu, mengatakan bahwa pada akhir tahun ini rumah tersebut siap untuk dikunjungi wisatawan.

Upaya ini sebagai bagian dari upaya Arab Saudi untuk menarik lebih banyak wisatawan, terlepas dari pembatasan perjalanan dampak pandemi.

“Kami baru saja menyelesaikan tahap pertama restorasi,” kata Al Mahtout. “Kediaman ini memiliki nilai sejarahnya dan banyak turis asing ingin mengunjungi rumah perwira intelijen Inggris ini.”

Selama Pemberontakan Arab, Lawrence ditugaskan membantu suku Badui setempat untuk menggulingkan penguasa Turki yang bersekutu dengan Jerman melawan Inggris dan Prancis.

Dalam otobiografinya, Seven Pillars of Wisdom, Lawrence mengenang bahwa kegagalan Ottoman merebut Yanbu pada bulan Desember 1916, salah peristiwa penting di Timur Tengah.

“Malam itu, saya yakin, Turki kalah perang,” tulisnya.

Dr Neal Faulkner, penulis “Lawrence of Arabia’s War“, mengatakan bahwa Lawrence dan perwira Inggris lainnya telah bergegas untuk mempertahankan kota tersebut bersama sekutu utamanya Pangeran Faisal bin Al Hussein.

Sebelumnya, penguasa Hijaz tersebut, dikalahkan di perbukitan terdekat dan menguatirkan serangan serangan Ottoman berikutnya.

“Yanbu adalah titik balik yang menentukan, karena jika Turki telah merebut kota itu, kemungkinan Pemberontakan Arab akan runtuh,” katanya.

“Itu sangat tergantung pada perasaan orang Badui bahwa mereka akan menang, mendapatkan barang rampasan dan tidak terbunuh.”

Perlu dicatat bahwa dukungan Inggris, melalui Lawrence adalah untuk penguasa Hijaz, bukan Alu Su’ud yang berkuasa di Najed, di luar wilayah Ottoman. [telegraph, dll]

BACA: Siapa Yang Memberontak Kepada Turki Utsmani?
BACA: “Wahabi” Memberontak Terhadap Khilafah Turki Utsmani?
BACA: Inggris dan Sejarah Berdirinya Arab Saudi

Ditulis oleh: News Admin