Seperti Inikah “Good Looking” Paham Esktrim Radikal?

  • 8 September 2020
  • 4,621 views
Seperti Inikah “Good Looking” Paham Esktrim Radikal?

Khalid Al-Muwallad, tampil di salah satu acara talk show MBC yang populer, ats-Tsaminah, pada tahun 2015. Acara mingguan yang dipandu Daud Al-Sharyan sepekan sekali, mulai jam 8 malam.

Khalid berstatus sebagai tawanan pemerintah Arab Saudi. Tidak sulit bagi Sharyan menjadi host baginya.

Tetapi narapidana yang berbicara bebas dengan identitas asli dirinya, tidak kuatir dipermasalahkan atas pembicaraanya di depan televisi, bukan perkara mudah.

Tetapi tidak bagi Khalid. Dia tampak benar-benar santai, berpegang teguh pada keyakinannya.

Bahkan, dia tidak ragu-ragu untuk mengatakan bahwa host acara tersebut adalah kafir, bahkan rakyat, pemerintah Saudi dan seluruh dunia!

Seorang pemuda Saudi, dari kalangan rakyat jelata, Khalid lahir di kota suci Madinah al-Munawwarah, hanya beberapa meter dari makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ayahnya bekerja sebagai tuan rumah, penyambut tamu peziarah Masjid Nabawi di Madinah, profesi yang lebih dekat sebagai ibadah daripada mencari nafkah penghidupan.

Dalam wawancara 1 jam penuh tersebut, Sharyan membedah isi pemikiran takfiri Khalid dan masa lalunya, sekaligus memancing rencana masa depannya jika bebas dari penjara.

Khalid mengaku pernah menjadi pencandu narkoba, terjerumus dalam dunia obat terlarang di masa remajanya.

Tetapi juga dia malang melintang di “dunia jihad” bersama tandziim “Al-Qaidah.”

Dari sesi dialognya, dia mengatakan bahwa masjid tidak boleh terdapat kuburan di dalamnya.

Dengan mengutip dalil ayat Al-Quran dan hadits, Khalid bersikeras memaksakan ide tersebut pada kasus makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah.

Dia menganggap keberadaan kuburan di dalam masjid sebagai pemisah Islam dan kekufuran. Karena siapa yang menyetujui kemunkaran, maka dia telah kafir, di mata Khalid.

“Apakah Anda melihat bahwa kaum muslimin adalah kafir sejak zaman Abdul Malik bin Marwan, karena dialah yang menyetujui perluasan masjid dan memasukkan tiga kuburan (Nabi, Abu Bakr dan Umar)?” Tanya Sharyan.

Al-Maulid menjawab, “Ya, karena hal tersebut, saya satu-satunya muslim di dunia.”

Simak cuplikan videonya yang memuat poin-poin penting di bawah ini. Sebagai pembelajaran, bahwa pemikiran takfiri-khawarij seperti Khalid ini masih tumbuh berkembang di sekitar kita.

Waspadai dengan siapa kita mengambil ilmu dan periksa siapa teman-teman yang dapat mempengaruhi agama kita!

Ciri pemikiran ekstrim bukan sekedar “good looking.”

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait