Membungkam Mereka yang Menuding Saudi Mengkomersilkan Haji dan Umrah

  • 18 September 2020
  • 1,629 view
Membungkam Mereka yang Menuding Saudi Mengkomersilkan Haji dan Umrah

Hampir setiap waktu, sebagian orang dan kelompok mencari cara agar Kerajaan Arab Saudi tampak buruk di depan publik.

Jika bukan rumor atau hoax, maka ibadah umrah dan haji tidak luput dari incaran hater Saudi.

Mereka menuding Saudi mengkomersilkan penyelenggaraan manasik haji dan umrah, demi memenuhi pundi-pundi devisa negaranya.

Sampai kepada taraf yang berlebihan; menyerukan boikot haji dan menuntut al-Haramain agar dikelolah oleh internasional.

Faktanya, pendapatan dari haji kurang dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Arab Saudi.

Sebagai contoh, pendapatan dari haji pada tahun 2015 sebesar 17 miliar Reyal ($ 4,5 miliar). Sedangkan di tahun yang sama, devisa Saudi mencapai 715 miliar Reyal ($ 190,7 miliar).

Jadi, para pengkritik menuding Saudi mendapatkan devisa negara dari umrah dan haji, tetapi data ini membungkam mereka.

Pendapatan Haji / Pendapatan Total = Persentase Penghasilan, yaitu $ 4,5 miliar / $ 190,7 miliar = 2,35%. Hanya 2,35% pemasukan dari haji dan umrah.

Dengan kemurahan hati Arab Saudi, jemaah haji dan umrah, menikmati fasilitas selama manasik melampaui 3% dari yang didapatkan.

Kerajaan memastikan fasilitas, keselamatan dan keamanan yang memungkinkan jemaah haji dan umrah melakukan manasik dengan sempurna.

Menurut Kementerian Kesehatan Saudi, saat pelaksanaan haji tahun 2019, 25 rumah sakit dan 156 klinik disiapkan di Mina, Arafah dan Muzdalifah.

Tercatat bahwa 685 kateterisasi jantung, 29 operasi jantung terbuka, 1948 prosedur dialisis, 103 operasi endoskopi dan 532 operasi umum, telah dilakukan selama manasik haji pada tahun 2019.

Pemerintah Saudi mendedikasikan 80 ambulans besar yang dilengkapi dengan sarana terbaik dan 30.000 dokter dan perawat yang bertugas. Total 363.567 pasien dirawat. Dan semua itu GRATIS.

350.000 tenda ber-AC, 300.000 petugas keamanan, 32.000 pramuka, 25.000 bus dan supir, 60.000 Insinyur, 36.000 toilet, dan 600 dispenser air.

13.776 menara telekomunikasi, 5.400 zona wifi untuk melayani jamaah. 4000 pembersih dilengkapi dengan 400 mesin yang digunakan hanya untuk Masjidil Haram.

Kerajaan Arab Saudi telah memulai proyek besar-besaran senilai SR 500 miliar ($ 133 miliar), yang sedang berlangsung dan berjalan sesuai rencana di Madinah.

Mega proyek ini termasuk perluasan Masjid Nabawi dengan biaya SR. 70 miliar ($ 18,6 miliar), proyek perumahan dan layanan Dar Al Hijra senilai SR. 55 miliar ($ 14,6 miliar), proyek rel kecepatan tinggi Madinah Haramain dengan biaya SR.60 miliar ($ 16 miliar), Knowledge City sebesar SR. 25 miliar ($ 6,6 miliar) dan perluasan Prince Mohammed Airport sebesar SR. 6 miliar (1,6 miliar).

Sejak 2008, proyek perluasan dan konstruksi Mekkah dimulai sebagai rencana tiga dekade senilai $ 227 miliar. Proyek tunggal terbesar adalah ekspansi Masjidil Haram senilai $ 60 miliar.

Sejauh ini, Arab Saudi telah menampung dan melayani lebih dari 95 juta jamaah haji dalam 50 tahun terakhir.

Statistik acak ini seharusnya membungkam kritikus yang menuding macam-macam.

Arab Saudi melayani tanpa pamrih, motif, pamer atau menyombongkan diri.

Untuk mendorong pariwisata selain umrah dan haji, Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional (SCTH) melaksanakan 79 proyek.

Di antaranya, rehabilitasi dan pengoperasian 15 pusat kerajinan tangan, 28 situs warisan kota, mendirikan 18 museum daerah menjadi 24 di Saudi.

SCTH merehabilitasi 80 situs arkeologi, menjadi total seluruhnya 155 situs, selain mendaftarkan tiga situs lagi di Daftar Warisan Dunia UNESCO, sehingga total situs yang terdaftar menjadi tujuh.

Lebih dari 5.200 proyek konstruksi senilai $ 800 miliar saat ini sedang digulirkan di semua kota besar Arab Saudi.

Visi 2030; NEOM $ 500 miliar diharapkan menghasilkan pendapatan tahunan $ 100 miliar.

Proyek Al-Qiddiya bernilai multi-miliar dolar adalah kesaksian atas tekad Saudi untuk mendiversifikasi sektor pariwisata, mereformasi ekonomi Saudi untuk era pasca-minyak dan menjadi kekuatan inovatif.

Arab Saudi menduduki peringkat ke-3 secara global -setelah Rusia dan AS- dalam hal kekayaan sumber daya alam, dengan nilai total kekayaan alam senilai $ 34,4 triliun.

Arab Saudi adalah produsen minyak terkaya di dunia, cadangan minyak terbukti terbesar, $ 2 triliun Saudi Aramco, sebesar $ 111 miliar keuntungannya mengerdilkan semua pesaingnya besar dunia ini.

Arab Saudi keuntungan memiliki cadangan gas terbesar ke-6 di dunia, dengan lebih dari 7 triliun meter kubik (250 triliun kaki kubik).

Arab Saudi memiliki salah satu cadangan emas terbesar di dunia, 600 lokasi deposit emas yang diidentifikasi untuk penambangan.

Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Saudi mengidentifikasi 1.270 sumber batu mulia dan 1.170 sumber mineral industri lainnya. Potensi deposit fosfat menjadi salah satu produsen terbesar ke-5.

Saudi yang diberkahi oleh Allah Yang Maha Kuasa, pemasukan dari “industri umrah dan haji” tidak menjadi penting bagi para penguasa yang saleh dan pemerintah Arab Saudi yang baik hati.

Tetapi itu lebih disumbangkan untuk bagi para pengusaha, pedagang di Mekah dan Madinah.

Terakhir, mari menjawab arogansi para kritikus yang menyatakan “haji dan umrah harus ditangani secara internasional.”

Padahal, tidak perlu! Silahkan buka Surah Al-Hajj.

Dalam tafsir at-Tabari (18: 605-607), dari Ibn Abbas bahwa Nabi Ibrahim alaihisalam berkata: “Ya Allah, bagaimana saya bisa menyampaikan ini kepada orang-orang ketika suara saya tidak dapat menjangkau mereka?” Dikatakan: “Panggil mereka dan Kami akan menyampaikannya.”

Maka Ibrahim alaihisalam berdiri dan berkata: “Wahai Manusia! Tuhanmu telah mendirikan sebuah Rumah jadi datanglah berziarah ke sana.”

Gunung-gunung merendahkan diri sehingga suaranya akan menjangkau seluruh wilayah di bumi.

Dan mereka yang masih dalam kandungan ibu dan pinggang ayah mereka akan mendengar panggilan tersebut.

Responnya datang dari semua orang di kota, gurun dan pedesaan, dan mereka yang Allah tentukan akan menunaikan ibadah haji sampai hari kiamat, seperti yang dikatakan Allah:

“Dan umumkanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji! Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Surat Al-Hajj, 22:27).

*) Dari tulisan “Hajj Revenue VS. Statistics—Shutting-up Critics calling for Hajj-Boycott,” oleh Afreen Baig, a regular writer on contemporary issues of Middle-East and the Arab World. 

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait