Saqr-1C, Drone Terbaru Saudi Yang Siap Diproduksi Massal

  • 26 September 2020
  • 1,655 view
Saqr-1C, Drone Terbaru Saudi Yang Siap Diproduksi Massal

Drone Saudi Saqr-1C, merupakan hasil penelitian selama 10 tahun oleh King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST). Pesawat tanpa awak ini hasil analisis informasi dari percobaan dan pengujian pesawat Saudi Saqr-1B sebelumnya.

Tetapi, seperti biasa, Saudi ingin yang terbaik untuk memastikan keamanan wilayahnya.

Saudi tidak berniat membuat drone ini untuk menyerang siapapun, tetapi hanya untuk menjamin keamanan negara. Dan jaminan keamanan hingga 100%, hanya dari Maha Penjamin, Allah Ta’ala.

Arab Saudi tidak seperti negara lain, Saudi merupakan markas negara Arab. Setiap orang yang mengatakan “saya orang Arab” memiliki nenek moyang “yang tegak kepalanya.”

Dan setiap orang yang mengatakan bahwa dia adalah seorang muslim, maka Saudi telah menerima dan mencintai mereka tanpa terkecuali.

Dimulai dari Saqr-1, hingga mencapai model saat ini, Saqr-1C, merupakan model yang siap digunakan secara operasional. Saat ini telah siap dan disetujui untuk diproduksi secara massal.

Saqr-1C enggunakan teknologi material paduan serat gelas dan karbon (komposit), yang secara signifikan mengurangi bobotnya dibandingkan dengan model sebelumnya.

Berikut spesifikasi Saqr-1C Saudi:

  • Kemampuan terbang 1- 30 jam
  • Jarak yang mampu ditempuh 3840 km
  • Ketinggian terbang 23.000 kaki
  • Kecepatan 110 knot
  • Lebar sayap 18,7 meter
  • Kapasitas muatan: 300 kg

Teknik fabrikasi yang ditingkatkan telah digunakan untuk mengembangkan struktur tubuh yang lebih kuat untuk Saqr-1C.

Desain pesawat Saqr-1C memiliki banyak kesamaan dengan pesawat yang digunakan transportasi sipil; seperti roda gigi, mekanisasi sayap, dan sistem rem.

Komponen dasar Saqr-1C seperti sayap, badan pesawat dan ekor juga dirancang sesuai dengan proses yang digunakan untuk membangun pesawat berawak.

Artinya, Saudi memiliki teknologi yang akan memudahkan pembuatan pesawat berawak, baik sipil maupun militer, insya Allah.

Pesawat ini dilengkapi dengan sistem komunikasi Starcom yang memberikan kontak langsung lanjutan saat terbang dalam garis pandang (LOS).

Ini juga memungkinkan pesawat untuk beralih ke sambungan satelit saat Flight Out of Line of Sight (BLOS), untuk transmisi informasi real-time. Selain link data, backup berkecepatan rendah digunakan dalam keadaan darurat.

Saqr-1C juga memiliki sistem bantuan pendaratan berbasis computer vision canggih yang memungkinkannya mendarat secara mandiri di bandara terpencil.

Drone ini juga mengusung algoritme kontrol penerbangan yang ditingkatkan untuk Sistem Kontrol Energi Total (TECS) untuk mencapai efisiensi bahan bakar, dengan konsumsi yang lebih rendah.

Selain itu, pesawat memungkinkan untuk mendarat dengan selamat jika terjadi kerusakan mesin. Sebagai salah satu model pesawat yang bisa mendarat setelah lepas landas meski dengan muatan penuh.

Saqr-1C telah dilengkapi dengan kemampuan menghadapi perang elektronik yang canggih. Mampu membawa rudal dan bom yang sesuai kebutuhan, seperti membawa 4 rudal Hellfire dan masih menyisakan 100 kg untuk muatan lainnya.

Tugasnya akan sesuai dengan apa yang direncanakan; untuk pengawasan, pelacakan, dan ini akan menjadi teror terbang sepanjang waktu atas semua pihak yang menyerang wilayah Arab Saudi.

Dari pesawat ini, Arab Saudi akan membangun drone tempur yang mampu mengimbangi pesawat buatan Amerika, China, Israel, Inggris, dan UEA.[]

*) Sumber: @ksa_number2030

Ditulis oleh: admin