Angan-angan Mereka Agar Saudi Mengakui Israel

  • 29 September 2020
  • 1,478 view
Angan-angan Mereka Agar Saudi Mengakui Israel

Sifat munafik bukanlah monopoli suatu zaman, tetapi dia ada dan tumbuh di setiap waktu, sebagaimana eksistensi orang-orang beriman hingga akhir zaman.

Dulu, orang munafik tidak menghadiri shalat Shubuh dan Isya, karena keadaan gelap.

Namun untuk shalat lainnya, yaitu shalat Dzuhur, ‘Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir karena terlihat oleh jemaah lainnya.

Sifat riya dan sum’ah seperti itulah yang tampak ditunjukkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Jauh sebelum UEA-Israel melakukan normalisasi hubungan, Erdogan tampak paling keras berteriak memperjuangkan Palestina.

Hingga hari ini, paska 1 bulan Erdogan mengancam menarik dubesnya dari UEA dan memutuskan hubungan diplomatiknya, ternyata tidak terjadi apa-apa, sama seperti untuk al-Quds.

Erdogan lupa, padahal hubungan negaranya yang terjalin erat dengan Israel, baik secara diplomatik, ekonomi dan keamanan.

Minggu-minggu berlalu, dan pengumuman Turki mengenai UEA tetap hanya berupa retorika di depan kamera.

Yang mencolok di sini adalah diamnya Erdogan terkait perjanjian Bahrain dengan Israel. Dia tidak berkomentar atau mengancam akan menarik duta besarnya dari Bahrain.

Terbukti, posisinya hanyalah perselisihan politik dengan UEA yang tidak ada hubungannya dengan masalah Palestina.

Arab Saudi pun tak luput dari serangan Erdogan. Saudi dianggap mandul menghadapi AS yang ingin menjadikan al-Quds sebagai ibukota Israel.

Di saat yang sama, media serta para pendukungnya berusaha mati-matian menggiring opini bahwa Arab Saudi dan Israel memiliki hubungan.

Proyek NEOM pun dianggap sebagai rencana mega-proyek antara Israel dan Arab Saudi.

Aljazeera, memotong foto MBS saat bertemu mantan walikota New York, Michael Bloomberg. Media secara sporadis sekedar copas, mengabarkan MBS bertemu dengan pemimpin Yahudi Amerika.

Jadi, bukan hal baru Turki di-blow up sedemikian rupa sebagai pahlawan al-Quds dan di waktu yang sama, Arab Saudi dicitrakan bermesraan dengan Israel.

BACA: Indonesia dan Saudi Tidak Pernah Mengakui dan Tidak Ada Hubungan Diplomatik Dengan Israel
BACA: Pidato Raja Salman di Majelis Umum PBB: Saudi Tolak Berdamai Dengan Israel

Termasuk Fanspage “Sahabat Erdogan” di bawah ini, menunjukkan kelasnya sebagai penyebar fitnah.

Karena semangatnya menuding Saudi, http://alaraby.co.uk/ pun diklaim sebagai media Saudi-UEA. Ini adalah kesalahan fatal kesekian kalinya dari pendukung Erdogan, sang hipokrit.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait