Mereka Dengan Hati Penuh Kebencian Terhadap Negara Ini

  • 2 Oktober 2020
  • 484 views
Mereka Dengan Hati Penuh Kebencian Terhadap Negara Ini

Hampir-hampir, tidak ada kebaikan pada Saudi. Sehingga ada yang menstigma, “Arab Saudi adalah negara Islam yang berusaha menjadi sekuler.”

Kesimpulan yang tergesa-gesa tanpa pijakan ilmiah. Tetapi menjadi wajar, karena didahului dengan slogan “Turki adalah sekuler yang berusaha menjadi Islam.”

Warga Saudi sebenarnya sadar, bahwa negaranya menjadi target (mustahdaf). Bukan perkara politik saja, tetapi juga kebudayaan dan agama.

Yang sulit dicegah adalah kebijakan yang mengarah kepada dekadensi moral, bahkan melanggar syari’ah, seperti yang tampak dilakukan Haiyah Tarfiyah.

Aib yang demikian tersebut, oleh media hater, langsung dituding “berusaha menjadi sekuler.”

Sementara di negara Turki dan keumuman negara muslim lainnya, lokalisasi pelacuran legal, miras, diskotek, bahkan LGBT, dibanggakan sebagai negara yang “berusaha menjadi Islam.”

Padahal, semua itu dilarang dan tidak ada di negeri Raja Salman.

Undang-Undang Dasar Arab Saudi jelas menyatakan sebagai berikut:

Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab Islam, berdaulat penuh, beragama Islam, dan konstitusinya adalah Kitabullah Ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berbahasa Arab dan ibukotanya adalah Riyadh.

Tetapi pelanggaran pasti terjadi, penyelisihan terhadap syariat, memungkinkan terjadi, mengingat bukan negara yang dipimpin malaikat dan rakyatnya para nabi.

Yang perlu dicatat di sini, Saudi dan rakyatnya tidak mentolelir kesyirikan atau pebuatan yang dapat menjadi sebab keluar dari agama Islam.

Tetap saja, ada sebagian kelompok yang menampakkan kebenciannya tanpa batas. Mereka gagal memahami konsep kerajaan dengan ulamanya yang bermanhaj salaf.

Atas dasar kekeliruan tersebut, penguasa Saudi harus dikritik secara terbuka, sebagian mengatakan “memberi menasehat” tetapi di muka umum.

Beberapa Kasus Pelanggaran
Setiap waktu media mengekspos kehidupan sosial di Arab Saudi. Sayangnya, yang ditampilkan keburukan atau aib yang tidak dikehendaki terjadi.

Netizen Saudi paham, negaranya menghadapi kampanye kotor yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mereka yang kerap menviralkan perbuatan menyalahi tradisi dan agama tersebut, kebanyakan warga asing yang menetap di Saudi, seperti warga Suriah dan Yaman.

Akun @mzd117 sempat mengungkap kemarahannya:

Mereka tidak memiliki kualifikasi kecuali menari dan mempromosikan keburukan, dan Anda hanya akan melihat yang terburuk dari mereka dengan hati yang penuh kebencian terhadap negara ini! Siapa yang mendukung mereka? Siapa yang membayar mereka? Siapa dalangnya?

Tidak lupa di akhir curhatannya, ditag akun Niyabah ‘Ammah, sebagai pihak berwenang yang menangangi kasus pelanggaran adab dan kriminal.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait