Isu Boikot dan Sikap Asli Erdogan Atas Negara Arab Teluk

  • 4 Oktober 2020
  • 1,851 view
Isu Boikot dan Sikap Asli Erdogan Atas Negara Arab Teluk

Akhir bulan September lalu, media Turki tiba-tiba menurunkan laporan berita bahwa Arab Saudi telah mengeluarkan larangan impor produk dari Turki.

Seperti yang ditulis Cumhuriyet, Halk TV dan Gercek Gundem, Saudi dikabarkan melarang melakukan perdagangan dengan Ankara sebagai bagian dari embargo.

Sebaliknya, tidak ada satupun pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi yang menyatakan larangan tersebut. Media lokal Saudi pun tidak satupun mengangkat berita tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dalam sebuah wawancara dengan kantor berita resmi Turki Anadolu, mengatakan bahwa dia “mendengar tentang berita semacam itu, tetapi belum dikonfirmasi.”

Dia menambahkan bahwa “pejabat Saudi telah membantah tuduhan tersebut, tetapi kami menunggu untuk melihat apakah itu benar.”

Tetapi menariknya, beredar kutipan keputusan dalam tiga bahasa; Arab, Inggris dan Turki, tanpa kepala surat, stempel atau keterangan resmi lain yang merilisnya.

Keputusan majhul, tidak diketahui siapa yang mengeluarkan keputusan embargo produk Turki masuk ke Arab Saudi

Netizen Saudi yang ramai membicarakan kabar ini, kebanyakan tidak percaya dengan keabsahan surat tersebut.

Tetapi di waktu yang sama, mendukung jika memang diberlakukan larangan mengonsumsi produk Turki.

Sikap ini tidak mengherankan, karena pada akhir 2018 lalu, warga Saudi pernah meluncurkan kampanye boikot produk Turki.

Sikap tersebut sebagai perlawanan terhadap sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menangani kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Ankara.

Warga Saudi dan Arab pada umumnya sama, mereka merasa Erdogan selalu melakukan “kebijakan yang negatif” terhadap negara Arab.

Dan apa yang disinyalir selama ini, terafirmasi oleh Erdogan sendiri dalam beberapa kali pernyataannya saat berpidato di negerinya.

BACA: Serangan Erdogan ke Saudi: “Kapan Kami Mendengar Suara Anda?”
BACA: Tudingan Erdogan Kepada Negara Arab Dalam Pertemuan OKI

Yang terbaru, pidato Erdogan tampak penuh permusuhan terhadap negara-negara Arab Teluk, kembali beredar.

Sebuah akun mengatasnamakan @rterdogan_ar pada 1 Oktober lalu, mengedarkan video yang diberi subtitle bahasa Arab.

Dalam pidatonya, Erdogan tampak menegaskan posisinya bersama negara Iran dan Qatar, dua negara yang dikucilkan di Timur Tengah atas dukungannya terhadap terorisme.

Setelah video tersebut beredar luas, netizen Arab kemudian membuat tag #اردوغان_يهدد_العرب sambil kembali mengancam Erdogan.

Selain juga memunculkan dokumentasi foto-foto dan video bukti pengkhianatan Erdogan terhadap umat Islam, seperti kemesraannya dengan Israel, foto syur dengan penyanyi wanita, dan banyak lagi.

Beberapa hari sebelum ini, muncul tuntutan kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang harus diselidiki dan didakwa atas kejahatan perang atas serangan militer negaranya di Suriah.

Ini disampaikan oleh mantan Jaksa Penuntut dan Penyelidik PBB untuk Suriah, Carla del Ponte. Dia menyatakan bahwa intervensi Turki telah melanggar hukum internasional dan telah menyalakan kembali konflik di Suriah.

Simak pidatonya yang menunjukkan sikap sejatinya terhadap negara Arab, terutama di kawasan Teluk:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait