Bahasa Arab dan Indonesia, Bukan India atau Turki

  • 12 Oktober 2020
  • 1,171 view
Bahasa Arab dan Indonesia, Bukan India atau Turki

Sejarah mencatat, bahasa Arab pernah menjadi bahasa sumber ilmu pengetahuan.

Bahasa Arab menjadi bahasa internasional yang digunakan berbagai suku bangsa di berbagai negara di dunia.

Baghdad di Timur dan Cordova di Barat, dua kota raksasa Islam menerangi dunia dengan cahaya gilang-gemilang, sekitar tahun 830 M (masa Abbasiyah).

Kala itu, warga Eropa dipandang rendah dan tidak berpendidikan jika belum menguasai bahasa Arab.

Pesatnya ilmu dan pengetahuan di dunia Islam tersebut menemui takdirnya, surut dan menghilang, setelah terjadi konflik Islam dan Kristen, sulitnya ekonomi, konflik kekuasaan dan keterbelakangan.

Menurut Abdul Mun’im Majid, dalam Sejarah Kebudayaan Islam, ada faktor lain yang menyebabkan kemunduran kebudayaan Islam yaitu:

  1. Kelemahan di bidang politik.
  2. Munculnya orang-orang Moghul.
  3. Munculnya unsur Turki.
  4. Ditemukannya mesiu.

Sampai dunia modern saat ini, bahasa Arab masih dapat bertahan sebagai salah satu bahasa yang diakui dunia.

Setidaknya, sebagai salah satu dari enam bahasa resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu bahasa Arab, Cina, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol.

Sebagai bahasa resmi, isu-isu kepentingan global diharuskan dengan penafsiran dan terjemahan yang benar dari keenam bahasa ini. Baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, sangat penting bagi pekerjaan PBB.

Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Dari tabel 10 besar bahasa internet yang digunakan, bahasa Indonesia menduduki urutan ke-6 di bawah bahasa Portugis.

Sementara bahasa Arab, di peringkat ke-4 setelah Inggris, Cina, dan Spanyol.

Yang mengejutkan adalah bahasa India, bahasa yang digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang di anak benua India seperti India, Pakistan, dan Bangladesh, tetapi tidak masuk dalam 10 besar dalam daftar di atas.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa orang India telah meninggalkan bahasa ibu mereka dan mulai berbicara bahasa Inggris, selain terjadi kompleks inferioritas berkelanjutan.

Sementara bahasa Arab, mampu di peringkat ke-4 terbanyak digunakan di internet dengan perkembangan pesat antara tahun 2000-2020, lebih dari 9300%.

Syaikh Ali Al-Tantawi rahimahullah pernah mengatakan: “Bahasa Arab menempati urutan pertama di antara bahasa-bahasa dunia dalam hal akurasi ekspresi dan dari segi keindahan dalam deskripsinya.”

Bahasa merupakan salah satu pilar dalam membangun dan mengembangkan peradaban dunia. Bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi dalam menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.

Dalam perjalanan sejarah, kekaisaran Ottoman menguasai hampir setengah wilayah dunia selama 7 abad, tetapi tidak memberikan bekas bahasa ibunya.

Artinya, bahasa Turki, tidak melambangkan kemajuan sebuah bangsa dan bukan menjadi sumber dari peradaban. [dirangkum dari berbagai sumber]

*) Ditulis oleh Abdullah, WNI tinggal di Arab Saudi

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait