Kepala Kamar Dagang Saudi Serukan “Respon Paling Kecil” Menjawab Permusuhan dan Penghinaan Erdogan

  • 15 Oktober 2020
  • 2,400 views
Kepala Kamar Dagang Saudi Serukan “Respon Paling Kecil” Menjawab Permusuhan dan Penghinaan Erdogan

Kepala Dewan Kamar Dagang Saudi, Ajlan Al-Ajlan, pada hari Rabu (14/10) meminta semua orang Saudi untuk berhenti berbisnis dengan perusahaan Turki, mengulangi seruannya sebelumnya.

Pada 3 Oktober, Al-Ajlan menyerukan boikot semua produk Turki, baik pada tingkat impor, investasi atau pariwisata. Al-Ajlan mengatakan itu adalah “tanggung jawab setiap Saudi untuk bertindak”.

“Saya mengatakannya dengan pasti dan jelas: tidak ada investasi, impor, pariwisata,” kata kepala Kamar Dagang Saudi Ajlan Al-Ajlan dalam twitnya yang ditujukan ke Turki.

“Kami, sebagai warga negara dan pengusaha, tidak akan berurusan dengan Turki. Bahkan perusahaan Turki yang beroperasi di Kerajaan, saya serukan untuk tidak berurusan dengan mereka, ”tambahnya.

Al-Aljan mengatakan hal itu merupakan “respon paling kecil” yang bisa dilakukan warga Saudi, sebagai jawaban atas permusuhan dan penghinaan Turki terhadap kepemimpinan dan negara kami terus menerus.

“Memboikot semua orang Turki, baik pada tingkat impor, investasi atau pariwisata, adalah tanggung jawab setiap Saudi – pedagang dan konsumen – sebagai tanggapan atas permusuhan berkelanjutan dari pemerintah Turki terhadap kepemimpinan, negara dan warga negara kami,” kata Al-Ajlan.

Lira Turki kini telah menukik tajam, turun ke rekor terendah pekan lalu, lebih dari 7,7 versus dolar AS. Lira merupakan salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di dunia tahun ini, turun 22 persen.

Dampak virus korona dikombinasikan dengan krisis mata uang yang dimulai pada 2018, telah menyebabkan resesi tajam, dengan cadangan devisa bruto di bank sentral turun hampir setengahnya tahun ini.

Seruan boikot muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan awal bulan ini, bahwa beberapa negara di Teluk Arab menargetkan Turki, dan mempertanyakan keberadaan negara-negara tersebut.

“Tidak boleh dilupakan bahwa negara-negara yang dimaksud, tidak ada kemarin dan mungkin tidak akan ada besok; namun, kami akan terus mengibarkan bendera kami di wilayah ini selamanya,” kata Erdogan pada 1 Oktober saat berpidato di depan Majelis Umum Turki. – SG

Ditulis oleh: News Admin