Foto: Menengok Industri Militer Arab Saudi

  • 16 Oktober 2020
  • 873 views
Foto: Menengok Industri Militer Arab Saudi

Apa yang Anda ketahui tentang industri militer seperti produksi amunisi dan balistik untuk tank, mortir, dan pesawat Arab Saudi?

Sampai saat ini, Arab Saudi masih mengimpor beberapa kalibernya. Di saat yang sama, Saudi mulai membangun lini produksi dengan kapasitas produksinya yang terbatas.

Kemudian semangat menasionalisasi industri amunisi lokal muncul di beberapa waktu kemudian, meski agak sedikit terlambat.

Sebuah kompleks industri besar diresmikan pada tahun 2016, dengan investasi $ 240 juta, milik Perusahaan Industri Militer Saudi. Muhammad bin Salman (MBS), yang kala itu masih menjabat Menteri Pertahanan, meresmikannya.

Kompleks industri Saudi ini memproduksi rudal militer, seperti bom mortar (60 mm, 81 mm dan 120 mm), peluru artileri kaliber (105 mm dan 155 mm) dan bom pesawat yang berkisar antara 500 pound hingga 2000 pound.

Ini merupakan keluarga granat Mk 80, seperti Mk 82.500 pon (227) kg, Mk 83 1.000 lb (454) kg dan Mk 84 2000 lb (907) kg.

Awal kali diresmikan tahun 2016, mampu memproduksi 300 proyektil artileri atau 600 mortir perhari.

Dalam tiga tahun terakhir, beberapa perusahaan industri Saudi sudah mulai memproduksi suku cadang bom pesawat. Sementara Perusahaan Industri Mekanik Saudi, memproduksi beberapa komponen untuk bom pesawat.

Sementara Perusahaan Saudi untuk Teknologi Canggih, Wahaj, juga memproduksi bagian dari bom Paveway IV sebagai unit pemandu dan bagian tubuh bom.

Pada 2018, Wahaj menandatangani kontrak dengan Portsmouth untuk transfer teknologi, guna memproduksi bagian-bagian bom yang ditanam laser.

Sementara Perusahaan Advance Elektronik Saudi memproduksi unit kendali untuk bom Paveway IV. Bom ini adalah salah satu amunisi paling akurat dan hanya tersedia di negara-negara tertentu, di antaranya termasuk Saudi.

Saat ditunjukkan kepada Putra Mahkota, MBS, komponen terpenting dan sulit dari unit smart bomb telah mampu diproduksi oleh dua perusahaan Saudi, yaitu unit kemudi dan unit kendali.

Arab Saudi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan mengubah bom standar menjadi bom kendali dengan akurat detail. Yaitu dengan memasang tambahan di bagian ekor dan depannya.

Tapi tampaknya Arab Saudi tidak puas dengan itu.

King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) telah mengembangkan bom MARK84 hasil transfer dan lokalisasi teknologi.

KACST memasang mesin roket berbahan bakar padat, sistem panduan, dan sayap kontrol gerakan udara, untuk meningkatkan akurasi dan jangkauan ledakannya.

Sebagaimana juga telah mengembangkan peluru kendali jarak pendek Matar 4, dengan menggunakan teknologi laser dan bekerja dengan mesin bahan bakar padat.

Kecepatan peluru kendali ini adalah supersonik mach 1.2, dengan panjang 1 meter dan diameter 178 milimeter serta berat 50 kilogram. Memiliki daya eksplosif 10 kilogram dan jarak tempuh 10 kilometer.

Peluru ini dapat diluncurkan dari darat-ke-darat atau udara-ke-darat, serta dari helikopter.

Drone Saqr-1, telah menggunakan rudal berteknologi modern yang mengandalkan teknologi laser untuk menemukan target dengan melacak pancaran sinar laser yang dipantulkan dari target.

Sistem ini telah dirancang untuk beberapa tujuan, termasuk penggunaannya sebagai senjata anti-tank.

Selain itu, Saudi miliki rudal jarak pendek, Matar 3, yang didukung oleh mesin bahan bakar padat dengan kecepatan supersonik mach 2, memiliki panjang 1,75 meter, diameter 100 mm, dan berat 26 km.

Muatan eksplosifnya sebesar 4 kg dengan jangkauan 12 km. Jenis ini adalah rudal darat-ke-darat yang dapat diluncurkan dari berbagai platform roket dan dapat dipasang di drone untuk serangan udara-ke-darat.

Proyek Saudi selanjutnya adalah mempercepat pengadaan alutsista lainnya, seperti pembuatan rudal udara-ke-udara dan udara-ke-darat, sistem terintegrasi M / D dan kapal pesiar, sekaligus produksi massalnya.[ksa_number]

Ditulis oleh: admin