Penandatanganan Perjanjian Pembangunan dan Operasional Museum Sejarah Nabi Muhammad di Jakarta

  • 25 Oktober 2020
  • 1,417 view
Penandatanganan Perjanjian Pembangunan dan Operasional Museum Sejarah Nabi Muhammad di Jakarta

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad shallallalahu ‘alaihi wa sallam, Jusuf Kalla dan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa, menyaksikan penandatanganan perjanjian pembangunan dan operasional museum sejarah Nabi Muhammad shallallalahu ‘alaihi wa sallam, Sabtu (24/10).

Acara juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Sejarah Nabi Dr. Syafruddin, Duta Besar RI di Riyadh Agus Maftuh Abegabriel, Mantan Menteri Hukum dan HAM Prof. Dr. Hamid Awaluddin, Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam Syaikh Abdurrahman Al-Mator.

Selain itu, hadir juga Kepala Kantor Kantor Liga Jakarta, Abdurrahman Al-Khoyyat, Wakil Ketua Yayasan Wakaf Assalam Makkah Al-Mukarromah Prof. Dr. Abdullah Al-Qorni, Pimpinan Pondok Modern Tazakka/Sekretaris Yayasan Sejarah Nabi Anizar Masyhadi, Ali Hassan Bahar dan Direktur Tawaf TV Buyung Wijaya.

BACA: Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam Segera Dibangun di Jakarta
BACA: Museum Sejarah Nabi Terbesar Di Dunia Akan Dibangun Di Indonesia

Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui jalur dagang yang dilakukan oleh orang Arab.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa museum adalah cara kita untuk melihat ke belakang, namun dengan hal tersebut menjadi hikmah dan nilai-nilai yang dapat dipetik untuk kemajuan peradaban manusia di masa depan.

Jusuf Kalla menggarisbawahi, bahwa di dalam museum nantinya akan ditampilkan sejarah tentang masuknya Islam di Indonesia dan perkembangannya, hal ini sangat penting karena Indonesia merupakan negara terbesar dengan jumlah penduduk beragama Islam.

“Museum ini akan menampilkan islam yang moderat, Islam yang mengajarkan kedamaian, toleransi dan kasih sayang terhadap seluruh umat manusia”, tegas Jusuf Kalla

Sementara itu, Sekjen Liga Dunia Islam kembali menegaskan bahwa museum yang akan segera dibangun di Jakarta Indonesia adalah museum pertama, setelah museum utama di Madinah al-Munawwaroh, yang terbesar dan terlengkap.

“Museum akan menampilkan seluruh nilai-nilai, kehidupan dan visualisasi dari Rosulullah Muhammad shallallalahu ‘alaihi wa sallam, seakan akan kita melihat dan merasakan langsung pada zamannya”.

Museum akan menjadi pusat sejarah Nabi Muhammad shallallalahu ‘alaihi wa sallam dan nabi-nabi lainnya. Museum akan dipenuhi dengan “At-Tahiyyatu Lillah” nilai-nilai yang mencerminkan keagungan Allah Ta’ala.

“Lebih dari 200 tema karya ilmiah dan insklopedia tentang berbagai hal yang berkenaan dengan sejarah dan peradaban Islam akan ditampilkan dengan menggunakan teknologi terkini”, imbuh Al-Isa.

Duta Besar Agus Maftuh Abegabriel dalam kesempatan tersebut kepada tim media menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan kemajuan penting dalam hubungan kerjasama bilateral khususnya melalui second track diplomacy (people to people).

Sementara itu hadir secara virtual dari Indonesia, bergabung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai tuan rumah museum.

Anies menegaskan bahwa masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya telah siap menyambut museum terbesar di dunia.@sobirin

*) Sumber: tazakka.or.id dengan perubahan judul dan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait