Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad dan Islam di Masa Raja Saud bin Abdulaziz

  • 28 Oktober 2020
  • 1,633 view
Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad dan Islam di Masa Raja Saud bin Abdulaziz

Raja Saud bin Abdulaziz, rahimahulllah, menjadi raja kedua setelah pendirinya, Raja Abdulaziz, rahimahullah, meninggal pada tahun 1953.

Pada saat digelar Konferensi Islam di Makkah Al-Mukarramah, tepatnya pada hari Jumat, 6 Agustus 1954, setelah Raja Saud setelah mencuci bagian dalam Ka’bah dengan air mawar dan air Zamzam, beliau berpidato.

Raja Saud menyeru kepala seluruh delegasi yang hadir, untuk berpartisipasi dalam seruan tersebut, terutama Presiden Abdel Nasser dari Mesir, berada di bagian terdepan.

Dan Raja Saud berkata:

“Saudara-saudara sekalian, mereka mengatakan di surat kabar mereka bahwa Allah adalah mitos….. Dan mereka menggambarkan di koran mereka Nabi sebagai gambar ayam jantan dan menamainya “Muhammad Effendi.”

Kami menunggu pembelaan atas nama agama, agama yang tidak akan tegak kecuali dengannya. Kami mencintai hidup hanya dengannya dan itulah yang kami perjuangkan.

Dialah yang tidak peduli dengan rintangan apa pun yang merintangi karena kalimat Allah adalah yang paling tinggi dan agamanya yang jelas, jadi apa yang kita tunggu lagi… “

Saat itu, dihadiri tokoh-tokoh Islam, di antaranya Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Ghulam Muhammad, Gubernur Jenderal Pakistan, dan Muhammad Ali, perdana menterinya.

Hadir pula Saif al-Islam Ismail dan al-Bakbashi Hussein al-Syafi’i, Menteri Perang Mesir.

Anwar Sadat dan Syaikh Muhammad Hassanein Makhlouf, Mufti Mesir, sebagai wakil delegasi Mesir.

Tuan Emami sedang memimpin Misi Kehormatan Iran dan Sultan Ali bin Abdul Karim Al-Abdali Sultan Lahj,

Syaikh Ali Bin Al-Khouja dan Mr. Hajj Habib Al-Qayari dari delegasi Tunisia.

Sardar Shah Mahmoud Khan atas otoritas Raja Afghanistan, Syaikh Mahrouth al-Hazal, kepala suku Anza Irak,

Syaiikh Mithqal, salah satu kepala suku Yordania, serta wakil delegasi Indonesia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Saat itu, semua delegasi bertemu dan mulai berdiskusi, membicarakan isu terkini dalam dunia Islam.

Sumber: The King Saud Foundation

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait