Cerita Rombongan Umrah Perdana dari Indonesia Saat Tiba di Makkah

  • 2 November 2020
  • 1,811 view
Cerita Rombongan Umrah Perdana dari Indonesia Saat Tiba di Makkah

Sesuai jadwal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, tahap ketiga dibukanya kembali aktivitas umrah, dimulai pada 1 November 2020. Di antaranya dengan kedatangan muktamir dari luar Arab Saudi.

Indonesia mendapat kehormatan menjadi rombongan yang diizinkan melaksanakan ibadah umrah di hari pertama dibuka, bersama Pakistan. Dalam suasana pandemi corona (Covid-19), umrah kali ini menjadi sangat berbeda dari biasanya.

Ust. Zaky Zakariya, CEO & Owner Khazzanah Tours + KaBid Amphuri, berbagi cerita tentang perjalanan tersebut.

Menurutnya, rombongan umrah perdana ini diikuti 224 orang, mayoritas adalah owner travel yang akan memeriksa dan melihat langsung kondisi umrah di masa pandemi, berikut regulasi dan tantangannya.

Keberangkatan jemaah melalui Bandar Soekarno Hatta yang dilepas oleh Dirbina Haji Umrah Kemenag, H. Arfi Hatim dan pejebat Kemenag beserta Kemenkes & BNPB, selain juga dilepas di airport oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A Abid Elthagafi.

Sesuai protokol kesehatan, pesawat tidak diisi penuh dan diperlakukan pengawasan ketat, seperti larangan melepas masket selama perjalanan.

Ketika di pesawat, tersedia 2 formulir pernyataan kesehatan yang dikeluarakan Kementerian Kesehatan dan BNPB Saudi yang harus diisi oleh seluruh jemaah.

Ketiba tiba di Bandara Jeddah, dilakukan pemeriksaan kedua formulir kesehatan tersebut, pemeriksaan suhu badan, dan memastikan keaslian sertifikat PCR yang dibawa setiap jemaah.

Setelah disambut oleh Konjen RI Jeddah, Eko Hartono, didampingi Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Djumali, rombongan kemudian diarahkan ke bis pengantar ke hotel, yang hanya diisi 18 orang atau 40% dari kapasitas.

Dalam satu bus, terdapat 1 orang guide (muthowwif) orang Saudi.

Tiba di Mekkah, langsung menuju hotel untuk menjalani karantina selama 3 hari.

Di depan pintu hotel, jemaah disambut oleh pimpinan hotel dan staf dengan bunga, welcome drink, termasuk disediakan cake besar bergambar lambang Indonesia.

Selama karantina, jemaah umrah menetap 3 hari di dalam kamar hotel, tidak diperkenankan keluar meskipun ke lobi hotel.

Untuk makan sehari-hari, diantar oleh petugas hotel ke kamar masing-masing jemaah.[]

*) Disarikan dari FB Muhammad Taufiq.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait