Saat Pendiri Arab Saudi Ketiga Jadikan Islam Kebanggaan dan Kemuliaan

  • 3 November 2020
  • 802 views
Saat Pendiri Arab Saudi Ketiga Jadikan Islam Kebanggaan dan Kemuliaan

Dunia saat ini dipenuhi dengan anggapan bahwa agama Islam dianggap sebagai agama yang kolot dan tertinggal ke belakang.

Padahal hakikatnya, karena agama Islam-lah ummat manusia dapat keluar dari zaman jahiliyyah yang gelap gelita.

Di antara sebab utama Islam dipandang rendah dan hina serta terbelakang adalah karena ummat islam sendiri yang mengamalkan ibadah yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam.

Amalan yang dipenuhi dengan kepercayaan khurafat, takhayul sehingga membuat ummat Islam dipandang hina dan rendah oleh orang luar.

Pada suatu hari, Umar bin Al-Khattab radiyallahu ‘anhu berkata:

“نحن قوم أعزَّنا الله بالإسلام فمهما ابتغينا العزَّة في غيره أذلَّنا الله”

“Kami adalah suatu kaum yang telah dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dengan Islam, maka apabila kami mencari kemuliaan dengan selain cara-cara Islam maka Allah akan menghinakan kami.” (Mustadrak Al-Hakim).

Ketika mendirikan Kerajaan Arab Saudi dari abu kehancuran, pengasas Kerajaan Arab Saudi ketiga, Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman berkata:

‘‎إن فخرنا وعزنا بالإسلام’

“Sesungguhnya, kebanggaan dan kemuliaan kami adalah dengan Islam”.

Karena keteguhan dalam menjaga prinsip ini, Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan kerajaan Arab Saudi dengan hasil bumi, langit dan lautan yang melimpah-ruah, sebagaimana firman Allah ta’ala:

‎وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّن ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-‘Araaf: 96).

Mari tanam di dalam hati dan teguhkan di dalam jiwa, bahwa Islam adalah agama yang terbaik, lengkap dan melengkapi seluruh aspek kehidupan kita, penuh dengan kerahmatan dan kecintaan untuk seluruh makhluk di dunia, Rahmatan lil-aalamiin

*) Ditulis oleh Muhammad Luthfi bin Mohammad Masruh (PhD candidate in Faculty of Islamic Economy at Islamic University of Madinah), Madinah Nabawiyyah, 14 Safar 1442 H, dengan beberapa perubahan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait