Konjen RI Jeddah: Patuhi Protokol Kesehatan, Rombongan Umrah Pertama Penentu Jemaah Berikutnya, Demi Nama Baik Bangsa dan Negara

  • 5 November 2020
  • 721 views
Konjen RI Jeddah: Patuhi Protokol Kesehatan, Rombongan Umrah Pertama Penentu Jemaah Berikutnya, Demi Nama Baik Bangsa dan Negara

Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, mengimbau calon jemaah umrah dan penyelenggara perjalanan umrah (operator travel) agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia.

Hal ini disampaikan Konjen Eko Hartono saat melepas rombongan jemaah perdana Rabu, 4 November 2020, untuk menunaikan ibadah umrah setelah 3 hari menjalani karantina di tempat penginapan yang telah disediakan oleh pihak muassasah.

Menurut Konjen, rombongan jemaah perdana ini bisa dibilang sebagai penentu apakah peluang akan semakin terbuka lebar bagi jemaah umrah berikutnya atau sebaliknya.

Konjen juga mengingatkan agar jemaah berdisiplin menjaga kepercayaan Pemerintah Arab Saudi yang telah diberikan kepada jemaah Indonesia.

“Patuhi sungguh-sungguh protokol kesehatan. Kedisiplinan itu demi kebaikan kita semua. Konsisten menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah setempat, berarti turut menjaga nama baik bangsa dan negara,” pesan Konjen kepada jemaah.

Waktu pelaksanaan umrah yang sedianya dijadwalkan pada pukul 16:00 waktu setempat diundur karena terjadi hujan lebat disertai angin hingga menjelang waktu Magrib.

Rombongan jemaah perdana yang berjumlah 224 mendarat dengan Saudia Airlines, 1 November 2020. Mereka kemudian menjalani karantina selama 3 hari di dua hotel di Mekkah.

Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum dilepas menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umrah.

Penginapan juga telah diatur ketat oleh pemerintah setempat. Satu kamar hanya dihuni maksimal 2 orang.

Katering juga tidak boleh dalam bentuk prasmanan, melainkan dalam paket yang diantar ke setiap kamar jemaah.

Seperti diberitakan, pemerintah Arab Saudi telah menerbitkan aturan bagi jemaah umrah dari luar negeri selama masa pandemi.

Ketentuan tersebut, antara lain, pembatasan usia antara 18-50 tahun, bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil tes PCR yang berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel, terdaftar pada aplikasi “Eatamarna” dan tiket pesawat pergi-pulang yang telah terkonfirmasi.[]

Sumber: KJRI Jeddah, Indonesian Consulate

Ditulis oleh: News Admin