Membuktikan Hubungan Turki Utsmani dengan Gerakan Zionis Yahudi (2)

  • 10 November 2020
  • 1,400 view
Membuktikan Hubungan Turki Utsmani dengan Gerakan Zionis Yahudi (2)

Pembahasan sejarah kali ini dikhususkan tentang Sultan Daulah Utsmaniyah, Abdul Hamid II yang memberikan kemudahan kepada gerakan Zionisme untuk mengambil alih Palestina.

Meskipun tema ini cukup kontroversial, Dr Sultan Al-Asqhah memastikan bahwa yang disampaikannya tidak keluar dari fakta sejarah dan tidak menyelesihinya.

Menurutnya, tema ini bisa saja mengejutkan beberapa orang, bagi mereka yang mengedepankan perasaan daripada pemikiran yang sehat dalam penelitian dan riset.

Mereka dapat mengatakan, apakah masuk akal bahwa Sultan ini tidak peduli kepada Palestina?

Maka kami katakan kepada mereka; benar, itu sangat masuk akal sekali.

Bukankah sultan ini yang tidak mempedulikan Makkah dan Baitullah Al Haram? Dan yang telah menjadikannya kacau dengan berbagai kejahatan dan perbuatan keji?

Bukankah sultan ini yang mana para jamaah haji pada masanya, berteriak meminta tolong dan merintih ketakutan dari pasukan keamanan dan kekuasaan tentara Turki terhadap mereka?

Maka, muncul pertanyaan, apakah keberadaan Quds dan Masjid Al Aqsa sangat penting bagi Sultan Abdul Hamid seperti Makkah?

Jawabnya, tidak! Dua kota Suci tersebut menurut Sultan Abdul Hamid dan para Sultan Utsmani secara umum, bahkan menurut seluruh pemimpin Turki hingga hari ini:

Sedikitpun tidak akan dapat menyamai Istanbul dan ibukota Turki “yang disucikan.” Dan sejarah menjadi bukti terhadap hal itu.

Dulu beredar informasi yang dimanipulasi (hoax), mengatakan bahwa Sultan Abdul Hamid, dialah yang melindungi Palestina dari Yahudi yang akan mendudukinya.

Dan dialah yang telah membayar harga tersebut dengan singgahsananya, untuk melawan gerakan Zionisme dari pengambilalihan Palestina.

Omongan manis yang masyhur ketika itu mengatakan bahwa Sultan Abdul Hamid mengatakan:

‘Sesungguhnya tanah ini”, yaitu Palestina “bukanlah milikku sendiri, akan tetapi milik seluruh umat Muslim, dan aku tidak akan memisahkannya walau satu jengkalpun.”

Ini semua perkataan manis yang dibuat-buat oleh Ikhwanul Muslimin, dan yang dibuat-buat oleh para pengikutnya, yang tidak melakukan penelitian ilmiah, meski hanya satu persen.

Menurut Dr. Sultan, Perkataan tersebut tidak pernah ditemukan di dokumen sejarah manapun, kecuali dari orang-orang “hizby” yang disebutkan di atas.

Berikut penjelasan terkait tema di atas, dalam halaqah terakhir terkait pembuktian hubungan Turki Utsmani dengan Zionis Yahudi:

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait