MBS: Arab Saudi Negara Dengan Perekonomian Terbesar dan Terpenting Di Dunia

  • 13 November 2020
  • 1,031 view
MBS: Arab Saudi Negara Dengan Perekonomian Terbesar dan Terpenting Di Dunia

Satu hari setelah Raja Salman menyampaikan pidatonya di depan Majelis Syura (Rabu, 11/11), pada Kamis (12/11) malam, giliran Putra Mahkota, Muhammad bin Salman (MBS), berbicara di forum yang sama.

Berbicara jarak jauh melalui video call, MBS menegaskan bahwa Saudi mampu -dalam waktu singkat dan cepat- meraih pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Menurut MBS, ekonomi Arab Saudi merupakan salah satu terbesar dan terpenting di dunia, “kami bekerja keras untuk melipatgandakan ukuran dan keragaman ekonomi,” tandasnya.

“Untuk terus mencapainya, dalam pemerintahan, kami menganggap bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) nonmigas sebagai indikator utama keberhasilan rencana ekonomi,” papar MBS.

Lebih lanjut MBS mengatakan, “pada tahun 2016, PDB nonmigas diperkirakan 1,8 triliun riyal dan kami mulai menyusun rencana untuk melipatgandakannya dengan cepat.

Hasilnya adalah percepatan pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir, sebesar 1,3% pada 2017, 2,2% di tahun 2018, dan 3,3% pada 2019. Sementara pada kuartal keempat 2019 lebih dari 4%, meskipun ada beberapa tantangan ekonomi.”

MBS melanjutkan, “Terlepas dari pandemi, dan secara relatif bersama rekan negara di G20, kami dianggap sebagai salah satu dari 10 negara terbaik dalam menangani konsekuensi ekonomi dari pandemi corona.

Kami sangat optimis laju pertumbuhan akan lebih meningkat bersama hilangnya pandemi dan semuanya kembali normal. Dan kami salah satu negara G20 dengan pertumbuhan PDB nonmigas yang lebih cepat pada tahun-tahun mendatang.”

MBS mengungkapkan bahwa meningkatkan tingkat lapangan kerja adalah prioritas utama, sesuai dengan Visi 2030 yang menargetkan angka pengangguran di bawah 7%.

“Kita telah melihat tingkat pengangguran turun secara berturut-turut menjadi 11,8% di awal tahun 2020,” jelas MBS, dengan menunjukkan angka pada tahun 2018, tingkat pengangguran mencapai 13%.

“Kami telah meningkatkan belanja pemerintah baik langsung maupun tidak langsung sejak 2005. Untuk mengimbangi hal tersebut dan mempertahankan peningkatan belanja, pemerintah, sesuai dengan Visi 2030, telah melakukan proses restrukturisasi yang luas untuk sejumlah sektor, dengan cara meningkatkan pendapatan negara nonmigas dan tidak bergantung pada fluktuasi harga minyak, yang membatasi kemampuan kami untuk merencanakan dan menetapkan atau mencapai target apa pun,” jelas MBS lebih lanjut.

Selain berbicara tentang ekonomi, MBS juga mengungkap kinerja Kerajaan dalam memberantas korupsi hingga terorisme.

Berikut beberapa pernyataan terpenting dari Putra Mahkota MBS:

  • Menolak upaya yang menghubungkan Islam dengan terorisme.
  • Arab Saudi akan terus memerangi aksi dan pemikiran ekstremisme.
  • Semua yang terlibat dalam praktek korupsi ditindak setegas-tegasnya.
  • Korupsi di Saudi telah merugikan Kerajaan antara 5 sampai 15% dari anggaran negara.
  • Korupsi telah menyebar di Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir seperti penyakit kanker.
  • Menganggarkan dana untuk kampanye antikorupsi sebesar 247 miliar riyal selama 3 tahun.
  • Arab Saudi berhasil mencapai peringkat pertama dalam Digital Riser di G20.
  • Dana Investasi Publik berkontribusi untuk perkembangan ekonomi.

Sumber: SPA, Al-Arabiya, mz, dll

Ditulis oleh: News Admin