Sikap Resmi Arab Saudi Terkait Isu Regional Terkini

  • 13 November 2020
  • 639 views
Sikap Resmi Arab Saudi Terkait Isu Regional Terkini

Raja Salman bin Abdulaziz, dalam pidato pada pembukaan program kerja tahun pertama dari sesi kedelapan Majelis Syura, menyampaikan pandangan Arab Saudi terkait isu regional terkini

Acara rutin bersama Majelis Syura tersebut dilangsungkan di masa pademi, dengan video call, pada Rabu (11/11) malam.

Di antara isi pidatonya, Raja Salman menyeru kepada komunitas internasional untuk mengambil “sikap tegas” terhadap Iran, yang terbukti berusaha menyebarkan ekstremisme di wilayah tersebut.

“Negara-negara di kawasan kami menghadapi banyak gangguan oleh kekuatan regional yang berusaha untuk memaksakan pengaruh politik dan ideologi ekstremis mereka demi melayani kepentingan mereka,” tandas Raja Salman.

Khadimul Haramain melanjutkan, bahwa keseriusan proyek rezim Iran tersebut, seperti campur tangannya di negara-negara sekitar dan dukungannya untuk terorisme.

Untuk itu, Raja Salman menyeru sikap tegas komunitas internasional untuk mencegah Iran memperoleh senjata pemusnah massal, mengembangkan program rudal balistiknya yang mengancam perdamaian dan keamanan.

Pemberontak Syiah Houtsi di Yaman
Terkait dengan Iran, Arab Saudi mengutuk pelanggaran hukum internasional dan aturan adat yang dilakukan milisi teroris Houtsi di Yaman dukungan Iran,

Menurut Raja Salman, di antara pelanggaran yang berulang-ulang dilakukan Houtsi adalah meluncurkan drone dan rudal balistik menarget wilayah dan warga sipil di Arab Saudi, dengan cara yang disengaja dan sistematis.

Pada saat yang sama, Arab Saudi menekankan “dukungan kepada Yaman untuk memulihkan kedaulatan dan kemerdekaannya,” kata Raja Salman.

Isu Palestina
Raja Salman mengatakan bahwa Kerajaan “mendukung upaya yang bertujuan membawa perdamaian di Timur Tengah dengan bernegosiasi antara pihak Palestina dan Israel untuk mencapai kesepakatan yang adil dan langgeng.”

“Kerajaan menegaskan dukungannya yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sesuai dengan resolusi yang dilegitimasi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab,” tekan Raja Salman.

Konflik di Libya
Menanggapi konflik di Libya, Raja Salman mengaskan bahwa Kerajaan menyambut baik penandatanganan pernjanjian damai bersama Libya di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami menantikan kesepakatan yang membuka jalan bagi keberhasilan pemahaman di jalur politik dan ekonomi,” tambah Raja Salman.

Penyampaian pidato Raja Salman di hadapan Majelis Syuro dengan video call

Hubungan Dengan Irak
Mengenai masalah Irak, Raja Salman mengatakan bahwa Kerajaan “berdiri bersama Irak dan rakyat sebagai satu saudara.”

Untuk itu, Saudi bekerja keras agar tidak terjadi lagi tragedi pertempuran dan segala bentuk perang dan terorisme, untuk menstabilkannya dan mempertahankan posisi Irak di wilayah.

Konflik Suriah
Mengenai Suriah, Raja Salman mengatakan bahwa Arab Saudi mendukung solusi damai di Suriah sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2245 dan proses Jenewa 1.

Serta menegaskan dukunga untuk semua upaya yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menyelesaikan krisis Suriah.

218 Milyar Riyal Bantuan di Masa Pandemi
Kebijakan dalam negeri Arab Saudi tetap berusaha untuk mengurangi efek dan dampak pandemi Corona pada kegiatan ekonomi domestik dan sektor swasta.

Di antaranya melalui kecepatan respon pemerintah dengan mengalokasikan lebih dari 218 miliar riyal untuk mendukung sektor swasta.

Dukungan ini diharapkan mampu memainkan peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. eremnews

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait