3 Unsur Yang Membuat Besar Kerajaan Arab Saudi

  • 19 November 2020
  • 1,484 view
3 Unsur Yang Membuat Besar Kerajaan Arab Saudi

Menyambut 6 tahun Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdulaziz, memimpin Arab Saudi, jurnalis Turki Ali Al-Aweridhiy, menulis kulwit panjang. Berikut kutipan singkatnya.

Diawali dari sebuah pertanyaan seorang netizen, “mengapa Arab Saudi layak digelari nama “al-udzma” (agung)?”

Seorang netizen Saudi menjawabnya: “Karena bendera kami yang hijau mengusung kalimat syahadat tauhid, pemerintah dan warganya adalah Al Su’ud (keluarga Su’ud), kami bangga dengannya.”

Banyak orang mengira bahwa ketika warga Saudi mengucapkan #السعودية_العظمى #ArabSaudi_agung, adalah gumaman palsu, perasaan ilusi, atau penglihatan yang tidak realistis.

Faktanya, ini adalah visi yang sepenuhnya realistis yang bergantung pada faktor-faktor yang jelas dan kriteria obyektif.

Bersandar pada warisan budaya besar yang mencakup doktrin permurnian tauhid, penerapan hukum Islam dan warisan budaya Arab asli.

Setiap bangsa memiliki sumber kekuatan dasar yang di atasnya dia bergantung pada kebangkitannya. Dan posisinya yang tepat dalam kancah global dan sejarah yang panjang.

Rakyat Saudi semestinya mengetahui dasar yang membuat negaranya menempati posisi penting di dunia internasional, agar dapat melestarikan, memperkuat, dan memperjuangkannya.

Minyak? Anda harus tahu bahwa minyak dan kekayaan hanyalah sebuah alat, dan itu bukanlah rahasia kebesaran dan kekuatan tanah air Anda.

Karena tanah air bukan hanya bentuk politik yang ada saat ini, melainkan manusia, kepercayaan, kepemimpinan, geografi, sejarah, bahasa, dan warisan budaya dari masyarakat yang besar.

Saudi modern dimulai pada tahun 1902, dipimpin oleh pendirinya, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman bin Faisal Al Saud, rahimahullah.

Awalnya Saud pertama berdiri pada tahun 1744 oleh Imam Muhammad bin Saud, didampingi oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, rahimahumallah.

Mereka eksis sebelum zaman minyak, mendirikan negara besar ini sebelum minyak ditemukan dalam jumlah komersial pada tahun 1938.

Jika Anda lelah mengemudi 1000 km dengan mobil, maka nenek moyang negera Saudi menjelajahinya di atas punggung unta dan kuda, untuk membangun #Great_Arab_Saudi; pertama dengan penyatuan, kemudian dengan tekad, ketekunan, kebanggaan, harga diri dan identitas unik.

identitas seorang Saudi mencakup seorang Arab, mentauhidkan Allah dan tunduk terhadap hukum Islam.

Ketiga inilah yang mampu menjadikan Kerajaan Arab Saudi menjadi “the great,” bukan karena minyak atau kekayaan lainnya.

Unsur-unsur ini adalah dasar dan landasan yang diandalkan oleh nenek moyang bangsa Saudi, yang dipimpin oleh Ibn Saud, dalam membentuk sebuah negara.

Bukan dengan gagasan, kepercayaan dan doktrin asing yang diimpor. Ini yang semestinya diingat oleh warga Saudi ketika melihat ide atau proyek apa pun.

Bangsa Arab, muwwahid dan syari’ah adalah bagian yang masyarakat ciptakan dan bangun, mewakili nilai-nilai objektif yang membentuk identitas dan menciptakan keamanan dan stabilitas.

Ide dan keyakinan yang diimpor, seperti liberalisme, sekularisme, demokrasi, sosialisme, dan lainnya, dianggap mengancam identitas, keamanan dan stabilitas Saudi.

Keagungan adalah sebuah nilai, dan nilainya berasal dari Allah al-‘Adzim, karena Dia sendirilah yang memberikan nilai dan batasan yang pantas untuk didapatkan.

Tauhid adalah nilai tertinggi mutlak dari segala sesuatu di langit dan di bumi.

Dengan tauhid, bangsa Arab melampaui dua negara adidaya; Persia dan Romawi, dalam beberapa masa lamanya.

Akankah itu bisa kembali dipertahankan?

*) Disunting dari kulwit panjang @Turki_AlOwerde

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait