Sahabat Hoax, Sahabat Yahudi

  • 26 November 2020
  • 1,599 view
Sahabat Hoax, Sahabat Yahudi

Di antara angan-angan Yahudi yang tidak pernah terwujud adalah Arab Saudi mengakui dan memiliki hubungan dengan Israel.

Ternyata ilusi tersebut bukan monopoli kaum “kera dan babi,” umat yang terlaknat lagi dimurkai saja. Tetapi mulai menular ke sebagian polah tingkah kaum muslimin.

Yahudi yang paling licik tipu-dayanya terhadap kaum mukminin, paling besar permusuhannya, dan paling kotor makar dan kebenciannya, sadar atau tidak, sifat-sifat tersebut mulai ditiru oleh sebagian umat Islam.

Orang Yahudi dan orang Nasrani, tidak akan pernah ridha kepadamu, sampai kamu mengikuti millah mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120).

Ketika media dan Yahudi menyebar berita Putra Mahkota dan Netanyahu mengadakan pertemuan rahasia di NEOM, serentak sebagian kaum muslimin mengamininya, menyebarkannya, hingga pada tahap meyakininya.

Sebaliknya, bantahan dari Menteri Luar Negeri Arab Saudi, seorang mukmin dan muslim dari negara Islam, diabaikan, tidak disiarkan, disembunyikan dan tidak dijadikan sumber yang terpercaya.

Apakah memang informasi berita dari Yahudi lebih pantas dan lebih dipercaya untuk dijadikan rujukan?

Seorang netizen di Saudi menanggapi fenomena ini dengan mencuit:

هل هناك تنسيق بين إعلام الاخوان وإعلام (إسرائيل)؟ لماذا يلتقط إعلام الاخوان أي خبر ينشره اعلام (إسرائيل) عن (السعودية،مصر،الامارات، البحرين) ويقوم بفبركة القصص والتحليلات لخلط الاوراق وارباك المواطن العربي؟ لماذا لا يفعل الشيئ نفسه عندما يتعلق الامر بحزب الله أو إيران أو تركيا؟

Apakah ada koordinasi antara media Ikhwani dan media Israel? Mengapa media Ikhwani mengambil berita yang diterbitkan oleh Israel tentang Arab Saudi, Mesir, Emirates, Bahrain, mengarang cerita dan analisis yang membingungkan koran dan pandangan warga Arab? Mengapa dia tidak melakukan hal yang sama untuk berita Hizbullah, Iran, atau Turki?

Berikut di bawah ini juga prilaku yang menuruti sumber dari Israel:


Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait