Membantah Tuduhan Kibar Ulama Berfatwa Sesuai Pesanan Penguasa

  • 27 November 2020
  • 1,261 view
Membantah Tuduhan Kibar Ulama Berfatwa Sesuai Pesanan Penguasa

Dalam kesempatan tanya jawab di sebuah muhadharah, Syaikh Shalih Abdullah Hamad al-Ushaimi, menjawab tuduhan sebagian orang yang menuding Haiyah Kibar Ulama Arab Saudi berfatwa sesuai pesanan penguasa.

Tuduhan tersebut disebarluaskan dan diulang-ulang agar tercipta opini bahwa ulama Saudi berpolitik dan “telah dibeli” oleh penguasa.

Sebagai bantahannya, Syaikh Shalih mengatakan: “Jika Kibar Ulama cenderung mengikuti pandangan politik pemerintah yang berkuasa, inilah penerapan dari ketaatan kepada pemimpin.”

“Jika pemimpin memiliki kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri yang ma’ruf, maka siapa saja yang berada di wilayah kekuasaannya, diharuskan untuk taat kepada pemimpin,” papar beliau lebih lanjut.

Syaikh Shalih tidak menampik bahwa beberapa ulama Saudi ditunjuk sebagai pejabat negara, seperti menjadi hakim dan sebagainya.

“Seperti menjadi hakim, kemudian menjalankan tugasnya, maka ini tidak ada wujudnya sama sekali,” tekannya memastikan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak pernah melakukan intervensi atas kebijakan ulama.

Kemudian Syaikh Shalih menukil pernyataan Syaikh Shalih Muhammad al-Luhaidan, anggota terlama di Haiyah Kibar Ulama Saudi selama 48 tahun.

Beliau menyatakan bahwa tidak pernah ada perintah kepada Haiyah Kibar Ulama untuk menulis atau berkata ini dan itu sesuai pesanan pemerintah.

Saat 30 tahun Syaikh Shaleh al-Luhaidan beliau menjadi Haiyah Kibar Ulama, beliau mengatakan:

“Sungguh saya di pengadilan dan Haiyah Kibar Ulama selama 30 tahun, demi Allah, tidak pernah kami diperintahkan untuk berfatwa untuk menjustifikasi keinginan seorangpun, tetapi kami berfatwa sesuai apa yang kami lihat sebagai kebenaran.”

Tonton video di bawah ini:

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait