Info Hujan Turun di Arab Saudi: Antara “Ga Bermutu” dan Kebahagiaan Warganya

  • 2 Desember 2020
  • 470 views
Info Hujan Turun di Arab Saudi: Antara “Ga Bermutu” dan Kebahagiaan Warganya

Tulisan ini terinspirasi netizen yang berkomentar “Admin saking gada berita lagi dan dibayar buat tetap posting alhasil berita ga bermutu gini diposting Hem gini amat jadi buzzer.”

Komentar di atas menganggapi info hujan di Hafr Bathin, sebuah kota kecil di Sharqiya Arab Saudi.

“Ga Ada Berita Lagi”
Justru ini adalah berita penting, jika tidak, Kantor Berita Arab Saudi (SPA) tidak akan merilis informasi ini yang kemudian dinukil berbagai media lokal.

Hujan bagi warga Saudi bukan seperti di Indonesia. Bagi penduduk di sini, hujan merupakan fenomena alam yang dinanti-nanti sekaligus membahayakan.

Diharapkan karena dalam satu tahun, hanya beberapa kali saja turun hujan, apalagi di daerah-daerah minim hujan seperti dalam berita, di Hafr Bathin dan Wilayah Timur Saudi umumnya.

Bagi Anda yang baru menetap di Saudi, barangkali akan terheran-heran dengan sikap dan tingkah warga Saudi saat turun hujan.

Sebagian mereka sengaja membuka jendela dan pintu rumahnya, memasang kursi di balkon atau halaman rumahnya, mencoba menikmati hujan.

Saat di dalam mobil, anak-anak keluar dari jendela atau sunroof, mengeluarkan sebagian anggota badannya untuk menikmati udara hujan.

Sopirnya pun membuka sedikit jendela, sambil mengeluarkan tangan ingin dikenai air hujan yang turun.

Anda juga pasti masih ingat berita ini “Hujan Turun Membuat Gembira Warga Saudi Setelah Kemarau Sekian Lama.”

Sungguh, hujan menjadi berita besar di Arab Saudi, bukan seperti pendapat netizen, “berita ga bermutu gini diposting.”

Bahkan Raja Arab Saudi setiap tahun selau merutinkan shalat istisqo, meminta hujan. Meskipun di beberapa wilayah telah turun hujan, tetapi di daerah lainnya membutuhkannya.

Menariknya, kalimat perintah Raja Saudi untuk istisqa, selalu didahului dengan kalimat “untuk meneladani sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

BACA: Seruan Raja Salman untuk Shalat Istisqo

Syaikh Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah bahkan saat di halaqahnya, sempat menghentikannya sebentar, kemudian membuka penutup kepalannya (ghutrah) agar terbasahi air hujan.

TONTON VIDEO: Syaikh Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah membuka gutrah saat hujan turun.

Hujan di negara-negara Arab juga menjadi membahayakan jika deras, sementara drainase kurang maksimal.

Berita yang dilansir SPA juga sejatinya merupakan himbauan dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil (Difa’ Madani).

Sebagaimana yang tertulis di captionnya, peringatan bagi warga untuk berhati-hati dan menjauh dari lembah dan arus deras, menyusul turunnya hujan di kota Hafar Al-Batin dan sekitarnya.

Karena hujan pula, shalat di masjid bisa dibatalkan atau dijamak, sehingga warga tidak perlu shalat berjemaah di masjid.

Semua ini terjadi di Arab Saudi, tentunya menjadi hal kurang lumrah bagi kita warga khatulistiwa yang terbiasa dengan hujan. Alam dan lingkungannya berbeda.

Oleh karenanya, menjadi tidak bijak, netizen yang tidak pernah tinggal di Saudi tiba-tiba merasa “sok” dengan berkomentar di atas.

Apalagi menuduh kami, komunitas WNI di Arab Saudi yang mengelolah web dan FP Saudinesia ini, disamakan dengan buzzer yang dibayar.

Jika diminta bukti dan pertanggungjawabannya atas tuduhan tersebut, niscaya tidak akan mampu menghadapinya. Bagaiamana kelak di akherat?

Bijaklah, fenomena alam yang Anda rasakan, tidak harus sama disikapinya di belahan bumi lain yang Anda tidak paham kondisinya.[]

*) Mohammed Fachri, Wakil Pemimpin Redaksi Saudinesia

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait