Pangeran Faisal: Palestina Adalah Masalah Arab yang Fundamental

  • 2 Desember 2020
  • 134 views
Pangeran Faisal: Palestina Adalah Masalah Arab yang Fundamental

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan kembali pada hari Rabu (1/12), bahwa masalah Palestina ada di atas agenda kebijakan luar negeri Kerajaan.

Faisal juga memastikan bahwa Arab Saudi tidak ragu-ragu untuk membela perjuangan Palestina, bahkan sejak pendiri Kerajaan, Raja Abdulaziz –rahimahullah– hingga hari ini.

Dalam pesan solidaritas yang dikirim ke the Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP), bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Faisal menegaskan bahwa masalah Palestina adalah masalah Arab yang fundamental.

Pangeran Faisal berterima kasih kepada anggota komite atas usaha mereka dalam membela hak-hak sah rakyat Palestina, sehingga memungkinkan mereka menggunakan hak-hak yang tidak dapat dicabut dan dijamin oleh resolusi internasional.

“Posisi Arab Saudi tetap konsisten dalam masalah Palestina serta dalam membela hak-hak rakyat Palestina, tetap mematuhi Inisiatif Perdamaian Arab (IPA) yang dibuat oleh Kerajaan dan diadopsi oleh negara-negara Arab di Liga Arab dalam KTT 2008 Beirut.

IPA menegaskan bahwa hak Palestina adalah menjadi sebuah negara Palestina merdeka sesuai perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, kembalinya para pengungsi dan penarikan pendudukan dari Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki,” jelas Pangeran Faisal.

Inisiatif bersejarah dicetuskan sebagai pilar penting yang mendukung berakhirnya konflik Arab-Israel dan meningkatkan peluang perdamaian di antara semua pihak.

Pangeran Faisal mengatakan Arab Saudi menyatakan komitmennya dalam mendukung pilihan strategis untuk perdamaian, sesuai dengan resolusi dan hukum internasional.

Dia menambahkan, “Kerajaan menekankan pentingnya penghentian pembangunan permukiman oleh Israel di tanah Palestina, mendukung apa yang dinyatakan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2.334,

Yang menegaskan bahwa pendudukan Israel atas permukiman di tanah Palestina adalah pelanggaran terang benderang di bawah hukum internasional dan menjadi hambatan untuk mencapai perdamaian yang langgeng dan komprehensif. “

Pangeran Faisal mencatat bahwa rakyat Palestina sangat menderita dalam mendapatkan hak-hak dasar mereka, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi pada penyediaan mata pencaharian dan perbaikan kondisi mereka,

Terutama di saat perlambatan ekonomi dunia saat ini, akibat pandemi COVID-19.

“Di bawah arahan Khadimul Haramain, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, Kerajaan menandatangani perjanjian dengan UNRWA melalui Pusat Bantuan dan Aksi Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief).

Kesepakatan tersebut untuk mendukung badan PBB dalam menghadapi virus corona di Jalur Gaza.

Dan Kerajaan juga memberikan bantuan lebih dari 10 juta Riyal, untuk mendukung Kementerian Kesehatan Palestina dalam memerangi pandemi,” Jelas Menlu.

Dia juga mencatat bahwa Kerajaan adalah salah satu negara donor utama UNRWA melalui perjanjian yang ditandatangani dengan KSRelief dan Dana Saudi untuk Pembangunan.

Pangeran Faisal juga menegaskan bahwa dukungan Kerajaan untuk Palestina berasal dari keyakinannya akan pentingnya perjuangan Palestina, pembelaan hak-hak dan kehidupan yang layak bagi Palestina.

Selain, pentingnya mempromosikan perdamaian di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Pangeran Faisal sekaligus menekankan bahwa masyarakat internasional harus beralih ke masalah Palestina, mengintensifkan upaya internasional untuk mengakhiri konflik dan memperkuat stabilitas kawasan. SG

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait