Presiden Yaman Tekankan Meneruskan Operasi Militer Memberantas Pemberontak

  • 2 Desember 2020
  • 331 views
Presiden Yaman Tekankan Meneruskan Operasi Militer Memberantas Pemberontak

Di saat ranjau dan misil kelompok pemberontak Syiah Houtsi terus membunuhi warga sipil di Hodeidah, Taiz, dan Al-Jawf, Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi menekankan kelanjutan operasi militer.

Abd Rabbu berharap bahwa operasi yang dilancarkan dapat mengarah untuk pemulihan Sana’a dan menghapus proyek Iran di negaranya.

Saat ini serangan milisi Houtsi terus merenggut nyawa warga sipil Yaman di lebih dari satu gubernur, bersamaan dengan intensifikasi serangan mereka di Al-Jawf dan Marib.

Wakil Presiden Yaman, Letjen Ali Mohsen Al-Ahmar, Selasa (1/12) kemarin, dalam pertemuan di Riyadh membicangkan penjelasan rinci tentang pelaksanaan operasi militer di gubernur Ma’rib, Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, Sana’a, Saada, Al-Hodeidah dan Al-Dhale.

Kantor Berita Yaman, “Saba” mengutip pernyataan presiden Yaman, menekankan perlunya melanjutkan kemenangan, pelatihan tempur dan kelanjutan operasi militer sampai pembebasan tanah negaranya dari milisi Houtsi yang didukung Iran.

Abdur Rabb Hadi juga kembali menyeru kepada Tentara Nasional Yaman untuk “menyatukan tekad, merapatkan barisan, memobilisasi kemampuan, dan mengerahkan semua upaya untuk mencapai kemenangan, mematahkan ambisi Iran dan memulihkan keamanan, stabilitas, serta perdamaian umum ke semua bagian Yaman.”

“Usaha besar koalisi yang dipimpin Kerajaan Arab Saudi dalam membantu Yaman untuk memulihkan negara dan menggagalkan rencana Iran yang dilakukan milisi Houtsi,” tekan Abdur Rabb Hadi.

Dalam beberapa waktu terakhir, Houtsi meluncurkan rudal balistik dan drone menargetkan warga sipil di Marib, Al-Jawf, Taiz dan Hodeidah, serta menargetkan warga sipil dan objek di wilayah Saudi.

Pernyataan Hadi disampaikan bersama dengan intensifikasi pertempuran di Ma’rib dan Al-Jawf, antara tentara Yaman bersama rakyat melawan milisi Housi.

Kelompok pro-Iran terus mencoba untuk maju ke arah Marib tanpa memperhatikan jumlah korban jiwa dalam beberapa bulan terakhir.

Pusat Media Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa tentara Yaman berhasil menghentikan serangan milisi Houthi menuju pegunungan Dahida, setelah direbut kembali oleh tentara dalam beberapa minggu terakhir.

Mereka juga telah memaksa Houtsi mundur, setelah sejumlah milisi terbunuh dan sejumlah anggotanya terluka. Banyak mayat milisi Houtsi masih tergeletak di medan pertempuran dan sejumlah senjata ringan serta sejumlah amunisi berhasil diamankan.

Di front yang sama, pasukan Koalisi untuk Mendukung Pemerintah Yaman, menargetkan bala bantuan yang sedang dalam perjalanan menuju daerah yang dikuasai Houtsi.

Perlawanan rakyat Yaman juga membuat kemajuan baru pada Selasa (1/12) pagi di Al-Khadkara, sebelah barat Kegubernuran Ma’ri.

Mereka mampu membebaskan dan memulihkan sejumlah situs militer yang sebelumnya berada di bawah kendali milisi pemberontak dukungan Iran.

“Lusinan elemen milisi pemberontak menyerah setelah dikepung di salah satu situs militer penting yang strategis yang dibebaskan,” jelas Komandan Brigade Falcon, Brigadir Jenderal Ahmed Al-Sharabi, yang dikutip situs resmi militer septembernet.

Milisi Houtsi dipastikan telah menargetkan sasaran sipil, seperti penembakan yang terjadi di lingkungan pemukiman penduduk di Taiz, sebagaimana yang dikutip koran Awsaat.

Penyerangan di lingkungan Al-Kump dan Al-Daboua tersebut, menyebabkan seorang wanita dan dua anaknya terluka, sementara 4 rumah rusak.

Sementara itu, sedikitnya 5 orang dan melukai 6 lainnya setelah sebuah ranjau Houthi meledak di jalan yang menghubungkan distrik Tuhayat dan Al-Khokha, selatan Provinsi Hodeidah.

Komisi HAM dan Informasi Pemerintah Daerah di Kegubernuran Al-Jawf mengungkapkan bahwa ranjau yang ditanam oleh pemberontak Syiah Houtsi telah menewaskan 20 warga sipil selama sepekan terakhir di gubernur tersebut.

Selain itu, dalam pernyataan resminya, bahwa ranjau yang ditanam oleh milisi di daerah pertanian di distrik Al Hazm dan Khub Al Sha`f di wilayah tersebut telah menewaskan 3 warga sipil, termasuk seorang wanita dan melukai 17 lainnya, di antaranya 3 anak dan 12 wanita, serta merusak 3 kendaraan pribadi warga.

Pernyataan tersebut mengatakan: “Tindakan dan pelanggaran tersebut tidak konsisten dengan semua perjanjian lokal dan internasional serta norma etika,”

Pada saat yang sama Komisi HAM dan Informasi menyerukan agar “organisasi internasional dan regional yang peduli dengan hak asasi manusia, harus menekan milisi Houtsi untuk memindahkan ranjau yang mereka tanam di sejumlah wilayah dan membawa semua pelanggaran ke pengadilan internasional.” (aawsat)

Ditulis oleh: News Admin