Saudi Memimpin Dunia Arab dan Peringkat 22 Indeks Kecerdasan Buatan Global, Bagaimana Indonesia?

  • 5 Desember 2020
  • 334 views
Saudi Memimpin Dunia Arab dan Peringkat 22 Indeks Kecerdasan Buatan Global, Bagaimana Indonesia?

Arab Saudi menempati peringkat pertama di dunia Arab dan ke-22 secara global dalam Indeks Kecerdasan Buatan (AI) Global.

Indeks global pertama yang mengukur negara-negara pada tingkat investasi, inovasi, dan implementasi kecerdasan buatan ini dibuat dalam laporan Tortoise Intelligence.

Indeks AI Global didasarkan pada 143 indikator terpisah. Arab Saudi menduduki peringkat kedua di dunia dalam kategori “strategi pemerintah”, menempati peringkat kesembilan secara global dalam standar “lingkungan operasi.”

Untuk penelitian Saudi menduduki peringkat 12. Sementara infrastruktur di urutan ke-22 untuk dan rangking ke-46 dalam kategori “bakat” dan “komersial”.

Saudi berhasil naik posisi 7 peringkat dari posisi 29 pada tahun 2019. Sementara AS berada di peringkat, pertama diikuti oleh China, Inggris, Kanada, Israel, Jerman, Belanda, Korea Selatan, Prancis, dan Singapura.

Mengomentari kenaikan tujuh peringkat dalam indeks, Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi, ketua Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), mengatakan: “Perkembangan Kerajaan baik tujuh peringkat dalam indeks AI Global dalam satu tahun, menegaskan konsitensi kepemimpinan dalam mendukung sektor penting ini di tingkat nasional.”

Kenaikan tersebut merupakan hasil dari upaya integrasi pemerintah dan entitas yang ikut serta dalam inisiatif National Transformation Program (NTP 2020) yang sejalan dengan Visi Saudi 2030, ujarnya.

Indonesia
Di posisi ke-49, Indonesia merupakan negara G20 dengan peringkat terendah dalam Indeks GlobalAI, dengan kinerja yang buruk di sebagian besar pilarnya.

Dari infrastruktur hingga investasi, Indonesia hanya menunjukkan sedikit komitmen terhadap teknologi, hingga saat ini.

Tahun ini, pemerintah bermaksud menghidupkan kembali ekosistem AI di Indonesia, memperkenalkan strategi nasional yang akan memandu negara dalam mengembangkan AI antara tahun 2020 dan 2045.

Potensi paling besar Indonessia dalam penerapan AI, menempati peringkat ke-15 untuk “lingkungan operasi,” yang berarti Indonesia memiliki kepercayaan yang relatif kuat pada AI dan regulasi peraturan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Sementara infrastruktur dan bakat yang lemah, masing-masing di peringkat ke-46 dan ke-50.

Kedua celah ini akan ditangani oleh strategi pemerintah yang baru, dalam perbaikan “infrastruktur data, etika, dan pengembangan bakat”. Dalam “penelitian dan inovasi industri”, Indonesia juga tertinggal.

Sumber: theglobalaisummit, ArabNews, SaugiGazzete

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait