Bukan Dengan Visa Pelajar, Banyak Santri dan Mahasiswa Indonesia Menimba Ilmu di Makkah

  • 9 Desember 2020
  • 1,178 view
Bukan Dengan Visa Pelajar, Banyak Santri dan Mahasiswa Indonesia Menimba Ilmu di Makkah

Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor tenaga kerja, tetapi tidak sedikit pelajar (santri) dan mahasiswa dari Tanah Air yang menimba ilmu di Makkah.

Fakta ini terkuak ketika Pensosbud (Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya) KJRI Jeddah menyelanggarakan rangkaian kegiatan Silaturahmi Pembinaan Masyarakat di Makkah.

Pertama, santri Shoulatiyah, saat ini berjumlah sekitar 140 siswa yang belajar secara formal di bawah binaan Dr. Fahmi dan para guru agama di Arab Saudi.

Kegiatan pendidikan berjalan sebagaimana sekolah lainnya yang terdapat di Arab Saudi. Shoulatiyah sendiri berdiri sebelum kerajaan Arab Saudi terbentuk.

Kegiatan bermula dalam bentuk majelis pengajaran agama di luar Masjidil Haram.

Dalam perkembangannya, Shoulatiyah lebih dikenal di kalangan santri Indonesia sebagai lembaga pendidikan terbaik di Arab Saudi terutama di wilayah Lombok, Nusa tenggara Barat. 

Kedua, santri Rubbat adalah para pelajar yang mengikuti pengajian secara informal kepada para ulama di beberapa tempat di wilayah Makkah.

Pengajian informal ini merupakan tradisi belajar lama yang dijalani para ulama untuk memperoleh sanad pembelajaran.

Sanad atau mata rantai aliran ilmu dari Rasulullah hingga para ulama merupakan aspek penting dalam menjaga keaslian ilmu agar tetap terjaga sebagaimana asalnya. 

Ketiga, mahasiswa UT dan mahasiswa Kulliyyah Haram. Saat ini terdapat sekitar 36 orang mahasiswa UT dan 24 orang mahasiswa kulliyyah Haram.

UT sudah berjalan lama secara online di Makkah, telah menghasilkan 5 orang alumni.

Sedangkan Kulliyyah Haram merupakan sekolah formal yang berada di bawah naungan Masjidil Haram.

Para mahasiswa rutin belajar setiap harinya di lantai dua Masjidil Haram bersama para dosen yang mayoritas berasal dari Universitas Ummul Qura. 

Seluruh santri dan mahasiswa tersebut di atas tidak memiliki izin tinggal sebagai pelajar, mereka berstatus sebagai pekerja. Hal ini membuat status visa dan proses penggantian dokumen kadangkala mendapatkan kesulitan.[]

*) Disarikan dari tulisan berjudul “​KJRI Jeddah Gelar Kegiatan Pembinaan Masyarakat dengan Komunitas Santri dan Komunitas mahasiswa UT yang Ada di Kota Makkah” www.kemlu.go.id

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait