Arab Saudi Umumkan Kemenangan Atas Virus Corona

Arab Saudi Umumkan Kemenangan Atas Virus Corona

Hari Ahad (13/12), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan kemenangan atas virus corona dan Covid-19 telah terkendali.

Arab Saudi mencatat 139 kasus infeksi baru, untuk pertama kali di bawah 150 kasus, sejak pandemi mulai terjadi pada Maret.

Hingga hari ini, total kasus di Arab Saudi sebanyak 359.888, termasuk 202 yang sembuh sehingga total menjadi 350.549 atau 97,4 persen kesembuhan.

Indikator positif lainnya adalah jumlah kasus kritis, yang telah turun di bawah angka 500 kasus.

Saat ini terdapat 3.291 kasus aktif, 499 di antaranya dalam perawatan kritis. 12 kasus kematian baru dilaporkan, sehingga total kematian akibat infeksi menjadi 6.048 orang.

Peta kasus COVID-19 mingguan yang dikonfirmasi dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hampir semua wilayah Kerajaan berada di “zona aman,” di bawah 50 kasus sepanjang minggu lalu.

“Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata,” kata Jubir Kemenkes, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly saat konferensi pers.

“Kerajaan sekarang memiliki kendali lebih besar atas pandemi. Pencapaian ini karena kepatuhan masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan.

Tidak mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam menghadapi pandemi ini, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang,” paparnya.

Sementara itu, batch pertama vaksin Pfizer-BioNTech akan tiba di Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Al-Aly meminta kepada semua orang untuk maju untuk melakukan vaksinasi meskipun telah pulih dari COVID-19.

“Laporan data dari seluruh dunia tentang vaksin menunjukkan pertanda baik,” katanya.

“Vaksin penting untuk menjamin keamanan masyarakat dan kesehatan masyarakat. Kami kembali menyerukan agar semua mendapatkan vaksin, termasuk mereka yang telah pulih,” tambahnya.

“Tidak ada penelitian yang mengkonfirmasi atau menyangkal infeksi kedua setelah beberapa waktu berlalu dari diagnosis awal mereka,” Al-Aly memastikan orang yang telah divaksin.

Al-Aly juga mengatakan warga yang akan divaksin tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan, hanya pertanyaan standar tentang kondisi kesehatannya.

Dr. Adel Al-Harf, wakil presiden Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (SFDA), mengatakan bahwa mereka yang berusia 16 tahun ke atas adalah kelompok sasaran yang disarankan untuk menerima vaksin.

Vaksin akan diberikan dalam dua dosis dengan selang waktu 20 hari di antara setiap dosis, untuk mencapai manfaat yang maksimal.

Menurut Al-Harf, pada tahapan pertama, vaksin Pfizer hanya akan tersedia di rumah sakit pemerintah. Pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk penyediaan vaksin ke rumah sakit swasta. ARBN

Ditulis oleh: News Admin