Penampakkan Pohon Natal Dan Pernak-perniknya di Toko Suvenir Arab Saudi

  • 22 Desember 2020
  • 2,847 views
Penampakkan Pohon Natal Dan Pernak-perniknya di Toko Suvenir Arab Saudi

“Penampakan Pohon Natal dan pernak-perniknya yang berkilauan kini dijual secara terbuka di toko-toko suvenir di Arab Saudi,” tulis Blueprint Lemurian di laman FP dan IG-nya.

Senada dengan itu, Sindonews menulis “Pohon Natal dan ornamen berkilauan dijual secara terbuka di toko-toko suvenir di Arab Saudi.”  

Tetapi lagi-lagi, sebagaimana kebiasaan media yang menulis tentang Arab Saudi, tidak pernah menyertakan bukti valid atas laporan beritanya.

Akun media sosial lainnya pun ikut latah menulis berita yang sama, redaksinya nyaris serupa, tetapi lagi-lagi, tidak dapat menyertakan bukti pemberitaannya.

Mereka hanya mengutip sekaligus tidak menyertakan sumber aslinya, dari media Barat (baca: Kafir).

“I didn’t ever imagine I’d see this” in Saudi Arabia, a Riyadh resident told AFP at the shop selling trees, Santa Claus outfits as well as tinsel, baubles and other ornaments,” tulis relaxnews yang mengaku mengutip dari AFP.

Diterjemahkan oleh Sindonews: “Saya tidak pernah membayangkan saya akan melihat ini di Arab Saudi,” kata seorang penduduk Riyadh kepada AFP di toko yang menjual pohon, pakaian Sinterklas dan ornamen Natal lainnya.

Berita yang sama juga dimuat oleh timesofisrael; “I am surprised,” said the resident, declining to be identified,” kemudian ditulis dalam versi Sindonews: “Saya terkejut,” kata warga yang menolak disebutkan namanya tersebut, yang dilansir Senin (21/12/2020).”

Seorang pembaca muslim yang cerdas, tidak akan mudah diperdaya dengan berita seperti di atas.

“Lakukanlah tabayyun, kroscek atau carilah kejelasan terhadap berita-berita media, jangan terima mentah-mentah begitu saja. Apalagi media yang ada saat ini cuma cari tenar dan sensasi,” nasehat Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc., dalam artikelnya di Rumaysho.

Lantas bagaimana kebenaran berita di atas?

Pertama, berita terkait perayaan Natal di Arab Saudi adalah hoax yang didaur ulang, diulang-ulangi setiap akhir tahun. Baca laporan kami di sini.

Kedua, laporan berita tersebut sama sekali tidak pernah bisa menunjukkan bukti yang bisa diverifikasi kebenarannya alias dusta.

Seperti foto-foto yang dijadikan ilustrasi, bukan di Arab Saudi, tetapi di negara Arab lainnya. Salah satu buktinya baca bantahannya di sini.

Ketiga, suasana akhir tahun di Arab Saudi pada umumnya tetap sama, terutama masalah agama, tetap menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai an-nidzam asasiy.

Keempat, pohon Natal dan pernak-perniknya yang dijual secara terbuka di toko-toko suvenir di Arab Saudi perlu pembuktian bukan klaim semata.

Jika bunga, hiasan lampu warna-warni atau pita dan sejenisnya yang biasa dijadikan hiasan rumah atau hadiah untuk orang yang sakit atau yang baru lulus sekolah, maka itu bukan kekhasan Natal.

Toko bunga atau gift shop di Arab Saudi mudah ditemukan, karena warga Saudi terbiasa berbagi hadiah.

Jika ada yang merayakan Natal, biasanya warga asing (ekspatriat) yang tidak disebarluaskan secara terbuka dan di tempat tertentu.

Kelima, dalam kalender tahunan di Arab Saudi, hari Natal tidak dikhususkan sebagai hari libur atau dirayakan di Arab Saudi.

Anda bisa baca pengalaman dosen asal Indonesia, pengajar di Universitas King Abdulaziz Jeddah di sini.

Media yang masih berusaha menghadirkan fakta juga mengakui bahwa di Arab Saudi tidak pernah menyambut Natal dengan penjualan pernak-pernik atau merayakannya.[]

*) Ditulis oleh Mohammed Fachri, Wapemred Saudinesia

Ditulis oleh: News Admin