Pernyataan Akhir KTT Al-Ula: Dukungan Palestina Merdeka dan Menyatukan Barisan Negara Arab Teluk

  • 6 Januari 2021
  • 981 views
Pernyataan Akhir KTT Al-Ula: Dukungan Palestina Merdeka dan Menyatukan Barisan Negara Arab Teluk

Para pemimpin Dewan Kerjasama Negara-negara Arab Teluk (GCC) menyambut penandatanganan “Manifesto Al-Ula” pada hari ini Selasa (5/1).

Isinya bertujuan untuk memperkuat kesatuan barisan dan komitmen Dewan Kerjasama Negara-negara Arab Teluk, serta mengembalikan kerjasama sebagaimana semestinya, dan menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan.

Pernyataan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Teluk ke-41 dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Dewan, Naif Al-Hajraf, di antaranya menyampaikan:

“Semua badan dewan telah ditugaskan melipatgandakan upaya untuk menyelesaikan langkah-langkah yang tersisa, sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Termasuk melengkapi komponen kesatuan ekonomi dalam kerangka Dewan Kerja Sama dan menerapkan dua sistem pertahanan dan keamanan yang sama.

Serta penjabaran kebijakan luar negeri yang terpadu dan efektif yang menjaga kepentingan dan manfaatnya untuk menghindari konflik regional dan internasional, serta memenuhi aspirasi dan tekad rakyat.”

Pernyataan penutupan KTT Teluk ini juga kembali menegaskan posisi Dewan Kerja Sama Teluk untuk menolak campur tangan asing dalam urusan internal negara-negara Arab dari pihak mana pun, dan pentingnya menghentikan tindakan provokatif yang memicu konflik dan perselisihan.

Penekanan juga ditujukan terhadap penghormatan terhadap prinsip-prinsip kedaulatan.

“Tidak ikut campur tangan dan penghormatan terhadap privasi negara berdasarkan piagam internasional, norma dan undang-undang yang mengatur hubungan antar negara,” tegas Naif Al-Hajraf.

Naif juga menyampaikan bahwa keamanan negara-negara Teluk merupakan inti fundamental dari keamanan nasional Arab, sesuai dengan Piagam Liga Negara-negara Arab.

Pernyataan KTT Al-Ula kembali mengingatkan posisi negara anggota GCC untuk menolak ancaman apa pun terhadap negara anggota mana pun.

Naif mengimbuhkan bahwa ini menegaskan keamanan negara-negara GCC adalah “keseluruhan yang tak terpisahkan,” selain menekankan “prinsip pertahanan bersama dan konsep keamanan kolektif, berdasarkan Hukum Dasar GCC dan Perjanjian Pertahanan Bersama.”

Berkenaan dengan Iran, KTT Al-Ula menyatakan bahwa setiap negosiasi dengan Iran harus meliputi isu tentang rudal balistik dan drone.

Terkait Palestina, Naif menegaskan kembali posisi negara Teluk selalu bersama Palestina, karena ini adalah masalah pertama rakyat Arab dan kaum muslimin.

Pernyataan tersebut menambahkan, “Negara-negara GCC menegaskan dukungan untuk kedaulatan permanen rakyat Palestina atas semua wilayah Palestina yang diduduki sejak Juni 1967.

Pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, dengan jaminan hak-hak pengungsi, sesuai dengan Inisiatif Perdamaian Arab, pantauan dan keputusan yang dilegitimasi internasional.”

Pernyataan penutup KTT Al-Ula juga menekankan “sentralitas masalah Palestina dan pentingnya untuk mengaktifkan upaya komunitas internasional dalam menyelesaikan konflik, dengan cara yang memenuhi semua hak sah rakyat Palestina sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut.”

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait