Kemenkes Saudi Rilis “Paspor Kesehatan” Agar Warga “Dibentengi” Dari Corona

  • 8 Januari 2021
  • 227 views
Kemenkes Saudi Rilis “Paspor Kesehatan” Agar Warga “Dibentengi” Dari Corona

Juru bicara Otoritas Saudi untuk Data dan Kecerdasan Buatan (SADAYA), Majid Al-Shahri, menjelaskan layanan “Paspor Kesehatan” melalui aplikasi “Tawakalna”, yang diluncurkan hari Kamis (8/1).

Al-Shahri mengatakan bawha “Paspor Kesehatan” merupakan layanan yang memungkinkan pengguna aplikasi “Tawakalna” untuk mereview data dan riwayat vaksinasi Corona setelah pengguna memperoleh semua dosis yang diperlukan.

“Setelah menerima semua dosis vaksin, status kesehatannya berubah menjadi ‘terbentengi,’ insyaa Allah,” papar Majid.

Dia menambahkan bahwa “dibentengi” berarti dia kebal dari infeksi virus Corona, tetapi harus tetap mengikuti tindakan pencegahan yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dengan penggunaan masker dan penjagaan jarak sosial.

Langkah-langkah Untuk Memperoleh “Paspor Kesehatan”
Dalam aplikasi “Tawakalna” telah dijelaskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk mengantongi paspor kesehatan.

Seseorang dapat mereview paspor kesehatannya dengan masuk ke akun “Tawakalna,” kemudian memilih ikon “Paspor Kesehatan” dari menu utama, dari situ akan muncul Paspor Kesehatan.

Dengan paspor tersebut bukan berarti bebas tidak melakukan tindakan preventif lagi, seperti pemakaian masker, social distancing, dan tindakan lainnya. Kecuali setelah ada pengumuman dari pihak yang berwenang.

Peluncuran “Paspor Kesehatan” disaksikan oleh Menteri Kesehatan Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah dan Ketua Otoritas Saudi untuk Data dan Kecerdasan Buatan (SDAA) Dr. Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi pada Kamis (8/1).

Al-Rabiah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Khadimul Haramain dan Putra Mahkota atas perhatian mereka yang terus menerus untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga.

Menkes juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas usaha keras mitra pemerintah dan tenaga medis atas upaya mereka dalam mendukung Kementerian Kesehatan sejak awal krisis hingga saat ini.

Menurutnya, kontribusi mereka untuk menemukan solusi teknis dengan layanan “paspor kesehatan” yang diluncurkan, mencerminkan kondisi medis paska proses pengambilan vaksin.

Menteri Kesehatan mengimbau semua anggota masyarakat untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan dan selalu mengikuti protokol yang telah ditetapkan.

Di waktu yang sama, Kerajaan terus berusaha untuk membuka lebih banyak pusat vaksinasi corona yang mencakup semua wilayah Kerajaan. twasul.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait