Pengamat: Fase Baru Koalisi Siap Balas Serangan Pemberontak Houtsi

  • 11 Februari 2021
  • 857 views
Pengamat: Fase Baru Koalisi Siap Balas Serangan Pemberontak Houtsi

Setelah Bandara Abha diserang oleh pemberontak Syiah Houtsi di Yaman, analis Saudi mengatakan: “Kita berada di ambang fase baru, pasukan koalisi akan menghukum Houtsi dengan keras dan hukuman berat.”

Analis politik, Mubarak Al-Ati, mengatakan bahwa “koalisi Arab” akan kembali menggunakan kekuatan dan “tongkat berat” untuk memberi pelajaran kepada milisi Houtsi yang didukung oleh Iran, mengingatkan bahwa kini berada di “fase baru.”

Pembekuan Front Utara di Irak
“Kita semua tahu bahwa Houtsi kartunya di tangan Iran,” kata Al-Aati dalam wawancara dengan Al-Akhbariya (Rabu, 10/2).

“Oleh karena itu, sejak pemerintahan Amerika dipimpin Biden, kita menyaksikan hampir terjadi pembekuan dan pengamanan Front Utara di Irak,” tambahnya.

Eskalasi Bagian Selatan Yaman
Analis politik Al-Aati, menambahkan: “Oleh karena itu, ketika Iran membekukan front utara paska pemerintah AS yang baru, dia berusaha meningkatkan eskalasi front selatan di Yaman.”

“Tujuannya, untuk menekan Arab Saudi, memicu ketegangan lagi, memberikan tekanan kepada komunitas internasional saat Presiden Prancis berharap Arab Saudi menjadi bagian dalam negosiasi baru tentang perjanjian nuklir Iran,” jelas Al-Aati.

Arab Saudi Adalah Ujung Tombak Perang Melawan Teror
Al-Aati memastikan bahwa Iran “ingin menggerakkan front Yaman lagi untuk menekan pemerintah Amerika, tapi saya pikir itu justru mempermalukan Amerika.”

Dia melanjutkan, “karena itu membuktikan bahwa pembuat keputusan Amerika tidak konsisten dengan fakta-fakta yang ada.”

“Ketika anggota Kongres yakin bahwa Arab Saudi adalah ujung tombak dalam perang teror, tetapi ada yang ingin meninjau keputusan yang melawan Saudi,” imbuhnya.

Saudi Keluar Dari Lingkaran Sekutu
Al-Aati menyimpulkan bahwa Biden “harus menyadari bahwa Arab Saudi mampu mempersenjatai negaranya dari mana saja.”

“Ingat, ketika hubungan buruk Saudi-Amerika mencapai titik nadir, hampir hancur selama pemerintahan Presiden Barack Obama, aliansi Arab berada pada posisi terbaik,” tambahnya.

“Ini menunjukkan bahwa Arab Saudi mampu menjembatani kesenjangan persenjataan dari manapun, baik Rusia atau China atau dari negara lain, berarti Saudi berhasil menambah jaringan aliansinya dan tidak tergantung dari satu sekutu,” simpul Al-Aati.[mz-mz]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait