Amerika Serikat Dan Houtsi Penyeru “al-Maut Lil Amerika”

  • 13 Februari 2021
  • 978 views
Amerika Serikat Dan Houtsi Penyeru “al-Maut Lil Amerika”

Apa yang menarik dari keputusan Amerika Serikat (AS) menghapus Houtsi dari daftar organisasi teroris? Sama sekali tidak ada, karena pengamat di Timur Tengah telah memprediksinya.

Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken pada hari Jumat (12/2), umumkan bahwa Houtsi akan secara resmi dihapus dari daftar organisasi teroris Washington, dengan harapan ini akan mendukung upaya kemanusiaan.

Alasan yang disampaikan Blinken, pembatalan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pengiriman bantuan kemanusiaa AS tidak terhalangi.

Uniknya, Blinken juga mengatakan: “Amerika Serikat terus melihat dengan jelas tindakan jahat Anshar Allah (nama resmi gerakan Houtsi) dan agresinya,” mengindikasikan bahwa negaranya akan terus menerapkan sanksi yang dikenakan pada para pemimpin Houtsi sebagai individu.

Padahal milisi pemberontak Houtsi dukungan Iran terus merongrong memberontak untuk menggulingkan pemerintah Yaman, menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan mengancam Arab Saudi.

Tak terbilang kejahatan perang Houtsi, tetapi kebanyakan media bungkam. Distorsi dan pemberitaan yang berpihak, seakan pemberontakan Houtsi adalah syah, sebagaimana Barat mendukung separatis di Papua.

Di waktu yang sama, slogan Houtsi adalah “kematian untuk Amerika,” sebagaimana kematian untuk Israel dan laknat untuk Yahudi. Sama persis yang digaungkan Iran.

Lantas, apa yang membuat AS buta dengan tekad Syiah Houtsi di Yaman yang didukung penuh Iran yang justru akan “menghabisi” Amerika dan sekutu terdekatnya Israel?

Semuanya, tidak lebih hilah, tipu daya musyrikin dan kafirin, sebagaimana sejarah telah mencatatnya sangat lama.

Arab Saudi, sejatinya telah memahami sejak lama posisi negaranya. Pangeran Khaled Al-Faisal, misalnya, telah menyampaikan:

Pangeran Nayif bin Abdulaziz, rahimahullah, Putra Mahkota Arab Saudi dan Wakil Perdana Menteri di era Raja Abdullah, rahimahullah, juga telah menyampaikan sebelum wafatnya: “Sesungguhnya kita, akidah dan negara kita, menjadi target.”

Apa yang disampaikan kedua pangeran di atas, bukan hal yang baru. Sejak berdirinya, Arab Saudi telah siap menghadapi musuh-musuhnya, tetapi siap bersekutu dengan siapa yang dikehendaki.

Raja Abdulaziz, rahimahullah, berkata:

“Agar semuanya tahu bahwa aku tidak membawa dengki kepada siapapun kecuali kepada 2 orang; baik itu orang yang berpaling dari agama ataupun yang bermaksud buruk terhadap negeri ini. Siapa saja yang pada dirinya terdapat hal tersebut, maka sekali-kali tidak akan aman dari hukumanku.” (كتاب المصحف والسيف ص74)

Pendiri Kerajaan Arab Saudi ke-3 tersebut juga mengatakan:

Anda memerangi kami karena menganggap “wahhabisme” adalah doktrin baru dan harus diperangi. Bersama dengan ucapan manipulatif yang tersebar kepada orang-orang yang mudah dipengaruhi, sehingga mereka tertipu dan terjerumus dengan kata-kata mereka, tetapi Allah memberikan kemenangan kepada kami atas mereka. (كتاب المصحف والسيف ص56)

Simak nasehat dari Syaikh Shalih Al Fauzan terkait hasad atas nikmat keamanan dan stabilitas Arab Saudi:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait