Sekte Sufi Bikhtasyiah Daulah Utsmaniyah Yang Memerangi Kerajaan Arab Saudi

  • 18 Februari 2021
  • 1,982 view
Sekte Sufi Bikhtasyiah Daulah Utsmaniyah Yang Memerangi Kerajaan Arab Saudi

Doktrin “Biktasyi” yang mewarnai kehidupan agama, politik dan sosial Turki Utsmaniyah selama beberapa abad, dapat diringkas sebagai “agama tiga wajah.” Yaitu, wajah Islam, penyembah berhala dan Kristen.

Tetapi di dalamnya masih ada sinkritisme lain yang sangat kuat berpengaruh, yaitu ajaran Syiah dan kepercayaan masyarakat kuno yang diimpor dari Asia Tengah dan Iran ke Anatolia.

Maka klaim sebagai “Khalifah Utsmaniyah” yang menyatukan ahlu sunnah, tidaklah berdasar, mengingat asal-usul doktrinnya berdasarkan Syiah Imam 12.

Meskipun Utsmani berusaha menampilkan dirinya sebagai Sunni Hanafi, tetapi semangat Bektashi tidak bisa dipungkiri mendominasi semangat, pemikiran dan cara beribadahnya.

Kombinasi keyakinan aneh tersebut mudah diterima oleh para Sultan Utsmani, mengingat ideologi dari asal-usul mereka, migrasi dari Asia Tengah.

BACA: Menyoal Keturunan Turki Utsmani dari Tatar Mughal
BACA: Akidah Daulah Ustmaniyah Sejak Awal Berdirinya

Inilah paham agama yang muncul di Anatolia dan kemudian menyebar ke sebagian besar orang Turki.

Dari sekian banyak versi sumber sejarah, Bektasyiah Turki merupakan thariqah sufi yang dinisbatkan kepada al-Haajj Biktasy Wali.

Mamdouh Ghalib Berri mengatakan dalam bukunya “تاريخ التصوف في الدولة العثمانية,” saat menggambarkan Bektasyiah dan hubungannya dengan Kesultanan Utsmani:

Namun, Kesultan Utsmani mempertahankan tradisi agama masyarakatnya sejak awal pertama berkembang, dan itu diringkas oleh tarekat sufi, termasuk Bektashiyya, yang merupakan campuran dari agama kuno, filosofi, doktrin, dan warisan peradaban Anatolia dan negara-negara Khorasan. Bektasyiah juga mengadopsi ajaran Nasrani dan Yahudi.”

Oleh karena itu, Sultan Utsmani menggunakan metode Bektasyi untuk doktrin tentara Janissari, dengan menggunakan tentara bayaran dan anak yatim yang diculik dari keluarga Kristen.

Melalui kekuasaan Utsmani, Bektashi menyebar di beberapa wilayah seperti Syam, Mesir dan Aljazair, tetapi gagal mendapatkan pijakan di Jazirah Arab.

BACA: Kebencian Turki Utsmani Terhadap Bangsa Arab

Dan inilah perkataan Raja Abdulaziz terkait “wahabi” dan Daulah Utsmaniyah. Dia mengatakan:

Anda memerangi kami karena menganggap “wahhabisme” adalah doktrin baru dan harus diperangi. Bersama dengan ucapan manipulatif yang tersebar kepada orang-orang yang mudah dipengaruhi, sehingga mereka tertipu dan terjerumus dengan kata-kata mereka, tetapi Allah memberikan kemenangan kepada kami atas mereka. (كتاب المصحف والسيف ص56)

Berikut penjelasan singkat sekte sufi Bekhtasyiah:

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait