Video: Apakah Arab Saudi Menuju Ke Zaman Jahiliyah?

  • 22 Februari 2021
  • 1,371 view
Video: Apakah Arab Saudi Menuju Ke Zaman Jahiliyah?

Pertanyaan ini disampaikan oleh salah seorang peserta Kajian “Sirah Nabawiyah” Bagian Ke-2 yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.

Pertanyaan lengkapnya cukup panjang, terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi seperti kebebasan berhijab, perempuan bisa menonton bioskop dan menyaksikan pertandingan sepak bola dan seterusnya.

Ustadz Firanda menjawab, “Arab Saudi, setahu saya, adalah satu-satunya negara yang dibangun di atas undang-undang Al-Quran dan As-Sunnah. Tentunya tidak sempurna, ada kekurangan.”

“Di sana juga ada perseteruan, ada orang-orang yang belajar di luar (negeri) kemudian kembali ke Arab Saudi, memiliki pemikiran liberal dan lainnya,” tambahnya.

Akan tetapi, menurut Ustadz Pengajar Masjid Nabawi ini, secara umum, ulamanya di atas manhaj salaf dan tidak ragu mengatakan sesuatu yang halal jika halal dan begitupula sebaliknya.

Ustadz Firanda tidak mengingkari bahwa memang ada bioskop dibuka, wanita diperbolehkan menyaksikan pertandingan bola atau menyetir mobil.

Tetapi dia mengatakan, seperti bioskop adalah sebuah kesalahan. Adapun yang lainnya, tidak seperti yang digembar-gemborkan di berita.

Dia menyinggung, “bahkan sempat diketahui bahwa wanita yang berpose sendang menonton bola, dia wanita yang sama dalam acara-acara menonton bola yang lain.”

Tentang menyetir mobil, Ustadz Firanda memastikan, bahwa itu tidak ada larangan. Tetapi tidak semua wanita di Saudi menyetir, meskipun diperbolehkan.

“Tidak ada tempat perzinahan, tempat minum khamr, menurut saya masih negara yang terbaik, karena satu-satunya negara yang dibangun di atas Al-Quran dan As-Sunnah,” tekan Ustadz Firanda.

“Adapun kekurangan yang ada, itu tidak kita ingkari. Kalau saya boleh memberi udzur kepada pemerintah Arab Saudi, mungkin dia punya politik tersendiri menghadapi tekanan global.

Mungkin menempuh kemudharatan yang lebih ringan, dalam rangka menolak kemudharatan yang lebih besar. Kita tidak tahu. Tetapi jika ada kekurangan, kita tidak ingkari, kita tidak mengatakan Arab Saudi adalah negara yang ma’shum,” lanjutnya.

Ustadz Firanda mengingatkan, mengatakan negara Saudi menuju “jahiliyah,” ini perkataan yang sangat berat. “Jika Saudi menuju jahiliyah, (apakah) yang lain semua berarti jahiliyah?”

Menambahkan penjelasannya, Ustadz Firanda mengingatkan bahwa pertentangan antara kebenaran dan kebatilan, ada di mana-mana, bahkan di Arab Saudi.

Dia juga menyoroti cara media menulis berita terkait Saudi. Ketika Syaikh Abdullah Al-Muthlaq berpendapat bahwa wanita tidak harus berjilbab gaya Saudi.

“Dan itu benar,” Jelas Ustadz Firanda, “kita orang Islam tidak harus berjilbab dengan gaya Saudi, dengan abaya, kain yang diangkat ke atas kepala.”

Tetapi, diterjemahkan oleh sebagian media sosial, “syaikh menyarankan tidak harus memakai jilbab. Ini aneh,” sambungnya.

“Tidak ada ulama yang mengatakan harus berjilbab dengan gaya Saudi. Yang penting menutup aurat dan syaratnya dipenuhi,” tegas Ustadz Firanda.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait