Sekolah di Arab Saudi Ajarkan Filsafat, Media Giring Opini Keliru

  • 24 Februari 2021
  • 647 views
Sekolah di Arab Saudi Ajarkan Filsafat, Media Giring Opini Keliru

Ketika Arab Saudi mulai menerapkan kurikulum baru, filsafat dan critical thinking, ramai-ramai media mengangkatnya sebagai headline berita.

Mata pelajaran ini, dianggap dapat membantu pelajar dapat meningkatkan pemikiran mandiri.

Sayangnya, pemberitaanya dikelirukan sehingga melahirkan kesalahpahaman terhadap pembacanya.

Kebanyakan media di luar Saudi, mengaitkan mata pelajaran baru di atas, sebagai filsafat yang diharamkan dalam agama Islam.

Bahkan ditulis, ulama Saudi mengeluarkan fatwa yang melarang pengajaran filsafat di sekolah-sekolah. Filsafat dianggap “sesat” dan “jahat,” menjadi ancaman terhadap pilar masyarakat Saudi.

Padahal, filsafat yang dianggap sesat dan jahat oleh ulama, bukanlah pelajaran yang mengasah para siswa untuk aktif bertanya.

Bukan pula filsafat yang diharapkan dapat menghormati sudut pandang yang berbeda dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Adapun filsafat yang dicela para ulama, sebagaimana penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja MA., adalah yang terkait dengan wahyu, yang membicarakan perkara ghaib; tentang ketuhanan, teologi, terjadinya alam semesta (ilmu kalam).

“Semakin orang memperdalam belajar ilmu kalam (filsafat), hanya sedikit yang selamat, kebanyakan mengantarkannya kepada penyelisihan terhadap sunnah,” jelas Ustadz Firanda di awal ceramah tentang Ilmu Filsafat Haram.

Dari penjelasan Ustadz Firanda, jelas bahwa yang dicela oleh para ulama sejak dulu, bukan hanya ulama Saudi, filsafat yang dimaksud adalah ilmu kalam, bukan pelajaran untuk menumbuhkan “critical thinking.”

Untuk lebih jelas, terkait filsafat yang tercela, silahkan tonton kajian berikut ini:

Ditulis oleh: News Admin