Oud Indonesia Paling Populer di Arab Teluk

  • 25 Februari 2021
  • 943 views
Oud Indonesia Paling Populer di Arab Teluk

Aroma klasik oud (gaharu) memiliki tempat tersendiri bagi orang Saudi. Tetapi harga yang tinggi dan ketidakpastian kualitas membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum membelinya.

Oud diekstraksi selama musim dingin dari pohon yang berumur antara 70 hingga 150 tahun, pohonnya tumbuh hingga ketinggian 20 meter.

Umumnya pohonnya tumbuh di daerah tropis di Asia, terutama di pegunungan dan lereng bukit di India, Kamboja, Vietnam, Indonesia dan Malaysia.

Negara-negara Teluk Importir Terbesar Oud
Wood Oud atau kayu gaharu, mengeluarkan aroma yang wangi saat dibakar. Terbuat dari tanaman aromatik, gaharu semakin banyak dicampur dengan minyak aromatik dalam beberapa tahun terakhir.

Di Arab Saudi, orang sering memasukkan oud ke dalam pembakar (bukhur) elektronik untuk menghasilkan aroma yang diinginkan.

Bader Al-Mansuri, warga Saudi penikmat wewangian, mengatakan oud merupakan tradisi penting dalam masyarakat Saudi dan digunakan dalam acara-acara sosial khusus, juga sebelum shalat Jum’at.

Oud Kamboja menjadi pilihan favorit kebanyakan orang Saudi yang berbelanja wewangian klasik, selain Morki dan Kalimantan.

“Favorit saya adalah oud Kamboja, saya telah gunakan sejak lama,” kata Al-Mansuri kepada Arab News.

“Ini bagian dari tradisi dan budaya keluarga kami, kakek nenek saya menggunakannya dan mewariskannya kepada kami. Oud seperti moral yang positif, tanda kemurahan hati dan rasa hormat saat kedatangan tamu.”

Hammad Al-Shouraihi, penikmat oud lainnya, biasa menghabiskan uang hingga 6 ribu Reyal untuk membeli 2 kg dalam setahun.

“Ketika virus corona muncul, saya membeli oud secara online, merubah kebiasaan pergi ke toko bukhur,” katanya, seraya menambahkan sulit untuk menilai kualitas oud yang dibeli secara online karena pembeli tidak dapat menguji aromanya.

Selain oud Kamboja, Al-Shouraihi juga menikmati varietas Morki serta jenis lainnya dengan bahan campuran.

“Oud Kamboja klasik, jika disimpan lebih lama, menjadi lebih baik. Ini adalah hadiah yang ideal untuk teman atau anggota keluarga,” katanya.

“Saya suka semua parfum yang memiliki aroma wangi oud. Pandemi telah memengaruhi cara pembelian oud, karena menggunakannya, dikhawatirkan menularkan virus,” papar Al-Shouraihi.

Namun, Ahmed Al-Mutairi yakin pandemi saat ini, berdampak kecil pada industri oud.

Dia merogoh kocek sebesar 5 Riyal untuk membeli 100 gram oud cair dan seperempat kilo kayu oud.

“Beberapa pedagang oud di jalanan menjualnya dengan harga tinggi, tetapi mereka menurunkan harga menjadi setengahnya setelah tawar-menawar dengan mereka,” kata Al-Mutair.

Hassan Al-Rashdi, Sales Officer di Toko Nada Oud, mengatakan penjualan berkisar antara 5 kg hingga 10 kg perhari.

“Beberapa orang lebih menyukai jenis kualitas oud yang berbeda,” kata Al_Rashdi, sambil menunjukkan harga 1 kg oud berkisar antara 500 hingga 5 ribu reyal, berdasarkan kualitas dan asalnya.

Kepada Arab News, Al-Rashdi mengungkapkan bahwa sebagian orang Saudi lebih memilih varietas Kalimantan. Namun, dia lebih memilih jenis Morki, gaharu yang paling populer dibakar saat pesta, acara resmi, dan di masjid.

Khalid Al-Johani, pemilik toko oud online, setuju bahwa Morki oud adalah varietas paling populer di antara pelanggannya, disusul oleh Kalimantan dan India, dalam hal kualitas.

Menurut Al-Johani, oud cair India lebih disukai oleh para lansia, meski oud Thailand juga sangat populer.

“Untuk menilai kualitas oud harus diperiksa aroma, berat, warna dan ukurannya,” ujarnya.

“Kebanyakan orang membeli oud berdasarkan rekomendasi orang lain, tapi para ahli selalu memeriksa kualitas produk oud luar dalam dan bertanya kandungan zat dan strukturnya.”

“Wanita lebih suka campuran cair, sedangkan pria lebih suka kayu gaharu,” kata Al-Johani.

“Ada sebagian orang percaya takhayul, seperti oud dapat mengusir setan dan jin,” katanya. Namun, kebanyakan merasakan rileks dan “dalam mood yang baik” setelah mencium gaharu yang dibakar.

Penjualan oud akan ramai sebelum dan selama Ramadhan, serta hari raya Idul Adha, tambahnya.

Zaid Al-Qaoud, ketua Oud Albaraka, mengatakan bahwa penjualan oud anjlok dalam setahun terakhir ini, karena tidak adanya pesta dan pernikahan.

“Penjualan turun hingga 80 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya. Permintaan juga menurun karena virus corona, orang banyak beralih membeli oud melalui media sosial.

Oud Indonesia sangat populer di kawasan Teluk dan merupakan sumber utama dari banyak jenis oud di pasar yang datang dengan aroma berbeda,” jelas Al-Qaoud.

Dia menambahkan bahwa oud tua memberikan aroma yang lebih baik dan lebih harum dibandingkan produk baru.

Bagi konsumen biasa, tidak mudah membedakan oud berkualitas tinggi dari produk yang murahan.

“Orang-orang memiliki selera yang berbeda untuk oud, tetapi kebanyakan mereka tidak dapat membedakan oud yang asli dan yang palsu,” akunya.

Al-Qaoud, yang telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 20 tahun, mengatakan bahwa banyak orang Eropa di Arab Saudi mengerti kualitas oud, seperti seorang pelanggannya asal Prancis yang berkomentar: “Saya tidak pernah mencium bau seharum mawar Taif dan minyak oud.”

Sementara untuk bukhur, menurut Ayed Al-Falih peminat artefak, mengungkapkan bahwa yang terbuat dari jenis kayu seperti yang berasal dari perkebunan Hail, harganya berkisar antara 100 hingga 500 reyal.[]

*) Sumber: arabnews dengan perubahan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait