Jamal Khashoggi: Asumsi CIA Terhadap MBS dan Hasil Percakapan Telepon Raja Salman Dengan Biden

  • 27 Februari 2021
  • 1,403 view
Jamal Khashoggi: Asumsi CIA Terhadap MBS dan Hasil Percakapan Telepon Raja Salman Dengan Biden

Media kembali angkat headline “Keterlibatan MBS di Pembunuhan Khashoggi.” Sekedar menyebut media seperti BBC, Kompas, CNNIndonesia atau media dengan bahasa urakan Merdeka, besorak gaduh.

Konon laporan rahasia intelijen Amerika Serikat (CIA) menyebut keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi dua tahun lalu di Turki.

Kompas bahkan menulis “ada dua bukti kuat” keterlibatan MBS, sebagaimana dikutip dari The Washington Post (TWP), tempat Khashoggi bekerja.

CNNIndonesia mengklaim CIA “ungkap detil keterlibatan MBS,” mengutip dari Reuters, katanya laporan dirilis hari Kamis (25/2) kemarin.

Tetapi laporan BBC menyatakan “tidak jelas seberapa banyak rincian laporan” yang mengungkap keterlibatan MBS. Menurut BBC, laporannya akan dirilis Jumat (26/02), tanpa menginformasikan sumber dari mana.

Adapun Merdeka, mengatakan bahwa “Presiden Joe Biden telah membaca laporan tersebut,” bahkan dikatakan “Biden ingin mengkalibrasi ulang hubungannya dengan Saudi.” Merdeka mengutip lansiran BBC.

Apa yang ditulis media di atas, tidak lebih dari cara yang sama, diulang-ulang, sebagai produk reportase buruk, dari media yang konon profesional dan mainstream.

Tidak ada sama sekali pendalamaan berita, tanpa investigasi, tidak satupun merujuk ke sumber primer yang menverifikasi berita tersebut. Tampaknya, apa saja amunisi untuk menyerang Saudi, media tembakkan.

Tidak heran, jika tidak ada satupun media yang sudi mengutip penjelasan mantan anggota CIA sekaligus Menteri Luar Negeri AS di era Trump, Mike Pompeo, yang membantah telak laporan-laporan palsu tersebut.

“Dua bukti kuat” dari TWP yang dikutip Kompas adalah bualan yang tidak pernah ada kapoknya. Pengalaman TWP menulis hoax tentang Saudi, khususnya MBS, sudah tidak terbilang.

Dan perlu diketahui, Kashshoggi tidak pernah bekerja di TWP, tidak tinggal di AS, dia hanyalah jurnalis freelance.

Adapun detil laporan terkait Kashoggi yang melibatkan MBS juga kedustaan. Ini mengingat proses pengadilan puluhan kali telah digelar, dihadiri DK PBB plus Turki, menghasilkan fakta hukum yang mengikat, terlebih putra-putri Kashoggi telah memberi maaf.

Adapun laporan BBC dan Merdeka, jawabannya adalah informasi yang disebutkan hanya rumor dan benar-benar menggelikan.

Silahkan baca langsung “laporan” CIA di bawah ini, yang diklaim sebagai “bukti kuat, detil, dam karenanya Biden ingin mengkalibrasi ulang hubungannya dengan Saudi:”

Muhammad Jihad Al-Samman, pakar tata negara dan terorisme yang tinggal di AS, menilai “laporan” hanya didasarkan pada asumsi dan harapan, bukan fakta dan bukti yang terdokumentasi, dan itu terjadi begitu saja!

Al-Samman bahkan menganggapnya sebagai خرنقعي, tidak layak dianggap sebagai “laporan” dari sebuah lembaga yang semestinya kredibel memaparkan fakta dan data.

Al-Samman bukan asal bicara. Dia yang sehari-hari meninjau perkara di pengadilan di Amerika, menjelaskan detail kronologi mengapa muncul kembali kedengkian musuh-musuh MBS dengan isu Khashoggi ini.

Simak penjelasannya:

Komunikasi Raja Salman dan Biden Via Telepon
Sementara kontak Biden dengan Raja Salman, ternyata menghasilkan pernyataan positif dan pukulan menyakitkan bagi “tentara bayaran oportunistik” dan buzzer yang menyebarkan desas-desus tercela tentang hubungan Saudi-Amerika.

AS dan Saudi tetap mempertahankan kepentingan strategisnya, dengan tetap menghormati kedaulatan kedua negara, yang jelas tidak dapat diabaikan.

Berikut di bawah ini pernyataan resmi Gedung Putih:

Sementara Saudi Press Agency (SPA), merilis tanggapan serupa seperti di atas.

Diawali dengan tahniah Khadimul Haramain atas pengangkatan Joseph Biden, sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kemudian keduanya menekankan, kedalaman hubungan antara kedua negara dan pentingnya memperkuat kemitraan untuk kepentingan bersama demi mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia.

SPA menulis, kedua negara sepakat mengevaluasi sikap Iran yang terus mengancam stabilitas wilayah, dengan dukungannya terhadap kelompok teroris.

Khadimul Haramain juga menungkapkan apresiasinya kepada Biden, atas komitmen AS bersama Saudi untuk memastikan Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.

Sementara Presiden AS memuji langkah Saudi atas upayanya dalam mencapai solusi politik yang komprehensif di Yaman dan menjaga keamanan serta pembangunan bagi rakyat Yaman, sebagaimana rilis SPA.

Penutup
Sebagai penutup, kami kutipkan tantangan MBS dalam wawancara di stasiun televisi CBS. MBS menyatakan:

“Siapa saja yang mempunyai bukti yang dapat menunjukkan bahwa saya memerintahkan pembunuhan atas jurnalis Kashogi, silahkan dikemukakan untuk diajukan ke pengadilan dan ditindak secara adil bagi seluruh yang ikut bertanggungjawab.”

“Tidak ada satupun bukti kedekatan saya dengan orang yang bertanggungjawab atas pembunuhannya, dan setiap yang terbukti bersalah akan menerima hukumannya meskipun mempunyai kedudukan (jabatan tinggi, pen).”

Singkatnya, silahkan ajukan bukti ke pengadilan, bukan hanya berasumsi dan berharap.[]

Tantangan MBS
Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait