Khaira: Sekam yang Menjadi Bahagia, Kisah Inspiratif Seorang TKW di Arab Saudi

  • 6 Maret 2021
  • 1,741 view
Khaira: Sekam yang Menjadi Bahagia, Kisah Inspiratif Seorang TKW di Arab Saudi

“Khaira..?” Panggil seorang lelaki Arab yang menjemputnya di Bandara King Khalid Riyadh pada akhir tahun 2011. “Na’am,” jawab yang dipanggil yang rupanya bernama Khaira.

Agak terkejut lelaki Arab itu mendengar jawaban dengan bahasa arab yang fasih dari Khaira.

Lalu dia bertanya lagi yang tentunya percakapan dalam bahasa arab “ooo kamu bisa berbahasa arab…?”

Dan Khaira pun menjawab pertanyaan itu lagi, “Ya, saya bisa karena saya belajar bahasa arab di pesantren di Indonesia…”

Hari-hari selanjutya Khaira secara legal bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada sebuah keluarga di Kota Riyadh, Arab Saudi.

Di rumah majikannya sudah ada 7 ART lainnya dan 3 orang sopir yang juga bekerja dengan keluarga tersebut. Dari keadaan tersebut, maka kita bisa tahu bahwa keluarga ini adalah keluarga yang termasuk keluarga berada di Arab Saudi.

Khaira, adalah seorang gadis muda, tergolong cantik, yang terpaksa harus melewati masa mudanya untuk bekerja di Arab Saudi menjadi pekerja migran informal atau biasa kita sebut TKW.

Khaira adalah cermin bagi kita, bahwa dia yang lulusan pesantren, berprestasi dan pandai bahasa Arab, namun akhirnya harus juga menjadi seorang TKW karena permasalahan ekonomi yang masih menjadi musuh utama negara kita saat ini, yaitu kesejahteraan rakyat.

“Khaira…”, panggil anak perempuan majikannya suatu hari.

“Ya, madam..” jawab khaira.

“Kata babah, kamu bisa baca dan tulis arab ya…? ”

“In sya Allah..” jawab khaira.

“Kalau gitu, bisa dong bantu aku, menyalin tugas dari kampus ke komputer..?” tanya anak majikannya lagi.

Sejak itu, Khaira selalu diminta membantu menyalinkan tugas-tugas putri dari sang majikan yang sedang kuliah Ilmu Kedokteran di Universitas Najran.

Universitas Najran ini berada di kota Najran, sekitar 800 kilometer dari kota Riyadh sebelah selatan negara Arab Saudi.

Suatu pagi sang majikan memanggil Khaira. Sang majikan berkata ” Khaira, babah merasa berterima kasih pada Khaira yang sudah membantu putri babah selama ini. Babah melihat, kamu pintar dan pandai berbahasa arab. Babah tidak tega kalau orang sepintar kamu harus bekerja menjadi ART, Babah ingin kamu melanjutkan sekolah. Apakah kamu mau?”

Mendadak perkataan dari majikannya seperti petir di siang bolong, karena tidak percaya.

Atas bantuan sang majikan yang merupakan seorang petinnggi di kerajaan Arab Saudi, akhirnya Khaira bisa bersekolah di Universitas Najran.

Khaira mengambil jurusan farmasi dan dia tinggal satu asrama dengan putri majikannya selama kuliah di Najran.

Khaira sempat pulang ke Tanah Air setelah satu tahun menjalani kuliah, karena harus mengganti visa, awalnya Visa Kerja menjadi Visa Pelajar.

Namun saat pulang, Khaira masih merahasiakn kepada keluarganya bahwa dia bukanlah lagi seorang ART, sementara dia tetap bisa kirim uang ke keluarganya dari uang beasiswa dan gaji yang masih dia terima dari majikannya walaupun dia sudah tidak bekerja lagi sebagai ART di rumah majikannya.

Empat tahun belalu, Khaira akhirnya lulus menjadi seorang sarjana farmasi dari Universitas Najran Saudi Arabia.

Anak sang majikanpun juga sudah menjadi dokter dan bertugas di salah satu rumah sakit milik pemerintah di kota Riyadh.

Pada hari kelulusan yang bahagia itu, sang mantan majikan dan keluarganya menjadi keluarga Khaira dalam acara kelulusan Khaira.

Mereka sangat gembira bahwa Khaira bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Sampai akhirnya sambil berkaca-kaca pada matanya, sang mantan majikan menyampaikan kata-kata kepada Khaira.

“Nak, babah sangat bangga kepada mu, babah tidak pernah anggap Khaira orang lain. Khaira sudah menjadi bagian dari keluarga babah, sudah babah anggap anak sendiri. Saat ini tugas babah sudah selesai memberikan pendidikan yang terbaik buatmu, kalau kamu mau pulang, maka pulanglah. Negaramu sangat membutuhkan orang cerdas seperti dirimu. Sampaikan salam babah buat keluargamu ya.., dan terakhir… selalu doakan babah dan keluarga dalam setiap munajatmu..”

Pada hari kepulangan, Khaira diantar oleh seluruh keluarga mantan majikannya. Khaira pun sampai di tanah air dan pulang ke kampung halamannya di Cirebon.

Khaira akhirnya menceritakan kepada kelaurganya bahwa selama ini dia sebenarnya tidaklah bekerja menjadi ART di Arab Saudi, tapi dia berkuliah dan lulus atas kebaikan hati dari sang mantan majikan.

Betapa bahagianya keluarga Khaira, bahwa Khaira bisa menjadi sarjana dan lulusan luar negeri.

Saat ini khaira bekerja sebegai sekretaris pada Universitas Najran tempat dia kuliah dulu.

Khaira diminta bekerja disana karena banyak dosen-dosen yang menyukai Khaira.

Alhamdulillah, Khaira saat ini telah menjadi kebanggan keluarga. Adik-adiknya bisa melanjutkan sekolah atas bantuannya.

Semoga menjadi inspirasi kita semua.

*) Tulisan ini seperti yang diceritakan langsung kepada penulis Abu Ayman. Dinukil dari FB Hartono Subirto

Ditulis oleh: News Admin