Kisah Keluarga Kafir di Arab Saudi

Kisah Keluarga Kafir di Arab Saudi

وَكُلُّ إِنْسَانٍ فَلاَ بُدَّ لَهُ # مِنْ صَاحِبٍ يَحْمِلُ مَا أَثْقَلَهُ
فَإِنَّمَا الرِجَالُ بِالإِخْوَانِ # وَاليَدُ بِالسَّاعِدِ وَالبَنَانِ
مَنْ عَرَفَ اللّٰهَ أَزَالَ التُّهْمَةَ # وَقَالَ كُلُّ فِعْلِهِ بِالحِكْمَةِ

Setiap orang haruslah memiliki sahabat yang bisa membantu memikul beban hidupnya.
Perumpamaan orang bersama teman-teman bagaikan tangan dengan lengan dan jari-jari.
Barang siapa mengenal Allah, pasti ia menghilangkan buruk sangka pada-Nya. Dan dia akan berkata, ‘Setiap perbuatan-Nya selalu mengandung hikmah’.


Sebuah keluarga kafir bekerja di Arab Saudi, menyewa sebuah apartemen. Karena memiliki banyak anak, maka sang suami mendatangkan seorang pembantu wanita dari negara asal mereka.

Tapi sang istri cemburu. Karena cemburunya, maka dia membunuh dan memutilasi pembantu wanita tersebut.

Sang suami yang pulang dari kerja menjumpai pemandangan tersebut, panik dan bingung. Ingin melapor tapi pelakunya adalah istrinya, siapa nanti yang akan mengasuh anak-anaknya jika istrinya dipenjara?

Akhirnya suami dan istri tersebut membuang dan menyembunyikan mayat pembantunya di kamar mandi, ditanam di dalamnya, sehingga tidak ada yang tahu.

Dua tahun kemudian, keluarga tersebut pindah ke apartemen lainnya.

Perbuatan mereka tidak ada yang mengetahui. Sampai kemudian pemilik apartemen yang mereka tempati sebelumnya, merenovasi bangunan yang sudah cukup tua, sehingga perlu perbaikan.

Di antara yang direnovasi adalah kamar mandi apartemen, tempat keluarga kafir tersebut yang dulu pernah menempatinya. Maka terkuak tulang belulang yang terkubur.

Lalu diperiksa, siapa penyewa apartemen sebelumnya, maka terbongkarlah aksi sadis pembunuhan tersebut. Keluarga tersebut kemudian ditangkap dan dipenjara.

Sang suami mendekam di dalam penjara khusus lelaki, sang istri di penjara khusus wanita.

Sementara anak-anak mereka dititipkan di pengasuhan anak-anak. Mereka mendapat pendidikan dan pengasuhan, serta belajar Al-Quran sehingga menjadi para penghafal Al-Qur’an.

Sang suami di dalam penjara akhirnya masuk Islam dan berhasil menghafal beberapa juz Alquran.

Begitupun sang istri juga masuk Islam dan berhasil menghafal beberapa juz Al-Qur’an.

Keluarga tersebut akhirnya menjadi keluarga muslim penghafal Al-Qur’an, setelah menjalani peristiwa tersebut.

Segala kehendak Allah pasti ada hikmahnya.

*) Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjari, AshiilTV, dari status FB Nurkholid Ashari, dengan tambahan dan perubahan redaksi seperlunya

Ditulis oleh: News Admin