Pasangan Lintas Negara Hijrah ke Riyadh Demi Membesarkan Anak-Anaknya

  • 15 Maret 2021
  • 2,200 views
Pasangan Lintas Negara Hijrah ke Riyadh Demi Membesarkan Anak-Anaknya

Sebuah kisah yang menginspirasi dari istri saya. Seorang wanita berasal dari Singapura yang tak memiliki latar belakang agama sama sekali.

Beliau belajar di Inggris, lalu menikah dengan warga Irlandia, dan memilih untuk menetap di Riyadh demi membesarkan anak-anaknya dalam lingkungan agamis.

Anak-anaknya hanya belajar ilmu agama, tahfiz dan Bahasa Arab di sekolah. Sedangkan untuk mata pelajaran umum, mereka diajarkan di rumah (Home Schooling).

Di sekolah wajib bertutur dalam Bahasa Arab, manakala di rumahnya diharuskan oleh orang tuanya berbicara dalam bahasa Inggris.

Apa yang mengumkan adalah si ayah dan ibu baru mula menghafal Al-Qur’an dan mutun ilmu bersama anak-anaknya.

Di sepanjang perjalanan ke sekolah, ayahnya mengulangi bacaan mutun pada anak-anaknya.

Hasilnya, kedua pasangan ini bersama keseluruhan anak-anak mereka mampu menghafal Al-Quran dan puluhan mutun tolibul ‘ilmi.

Ketika anak yang terakhir menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, si ibu juga baru menyelesaikan hafalan bersamanya.

Di rumah, anak-anak mereka tidak dibenarkan menonton televisi dan dididik supaya minat membaca pelbagai buku.

Dalam usia belasan tahun, anak-anaknya sudah menyelesaikan bacaan kitab-kitab ayahnya seperti Siyar ‘Alam An-Nubala’ dan lain-lain.

Sementara itu, saya kenal ada pelajar yang sudah sampai tingkat PhD pun belum habis baca kitab tersebut (orang itu adalah saya sendiri).

Begitulah, jika suasana di rumah tidak diisi dengan perkara yang melalaikan seperti bermain game, menonton tv, mendengarkan musik yang tak bermanfaat.

Kisah ini memberikan saya inspirasi, untuk mewujudkan suasana keilmuwan dalam keluarga.

Meskipun tak mampu berbuat sehebat keluarga di atas, tapi sedikit sebanyak bisa dicoba sesuai dengan kemampuan kita.

Dalam pencarian di YouTube, saya menemukan kumpulan bacaan Mutun Tholibul Ilmi yang dikumpulkan oleh Syekh Abdul Muhsin Al-Qosim, imam Masjid Nabawi.

Beliau menyatukan pelbagai dasar ilmu agama; dari Fiqh, Hadits, Tafsir, Akidah, adab ilmu dan banyak lagi.

Bayangkan, ketika biasanya orang mendengarkan radio yang di dalamnya hanya berisi obrolan kurang berfaedah, atau musik yang melalaikan dalam perjalanan, kita coba membiasakan anak-anak kita mendengarkan bacaan kumpulan mutun ilmu.

Pahala dapat, ilmu diraih, perjalanan pun bermanfaat, insya Allah.

Begitulah, untuk mendapatkan pelbagai tips lagi dalam pendidikan anak seperti in yang dapat menginspirasi anda, silakan ikuti pengalaman kami di: instagram.com/raisingmuslimkidlets

Link قراءة متون طالب العلم

*) Tulisan Ustadz Muhammad Luthfi Mohammad Masruh, Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait